Kabar Baik, Para Terduga Penjahat BBM Di Sabu Segera Panen Karma




Para mafia BBM Di Sabu Yang Selama ini menari-nari di atas penderitaan masyarakat Sabu Raijua akan segera mendapat karma atas perbuatan mereka. 

Dilansir dari cahayaindonesia.id, Polda NTT sedang gelar perkara atas kasus Mafia BBM Di Sabu. 

Kasus Mafia itu selama ini disimpan rapih oleh Kapolda dan Kabidhumas Polda NTT yang lama padahal sudah jelas ada dugaan pelanggaran hukum di sana. 

Hal itu karena diduga ada oknum pejabat polisi yang jadi "pencuri" di tubuh Polda NTT sehingga kasus ini seakan mati suri. Barulah dalam kepemimpinan Kapolda Yang baru, Johni Asadoma baru kasus ini dibongkar lagi.  

Diberitakan sebelumnya bahwa Polres Sabu Raijua menangkap Kapal angkut BBM Ilegal ke Sabu, tetapi anehnya anggota yang tangkap kapal itu malah di mutasi ke tempat lain. Dan barang bukti dilepas alias dihilangkan. Itu sudah jelas ada dugaan oknum polisi perampok dan pencuri di tubuh Polda NTT yang bermain sebagai mafia dan menari-menari di atas penderitaan warga sabu Selama ini. 


Para Penjahat itu segera Memanen Karma yang mereka Tanam Selama ini
Dilansir dari Cahayaindonesia.id, Direktur Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa mengacungkan jempol ke Kapolda Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol. Johny Asadoma yang mengusut kasus dugaan mafia BBM di Sabu Raijua. Gabriel menilai sikap Asadoma perlu diapresiasi.

“Baru sekarang ada penegak hukum yang luar biasa. Semoga ini menjadi titik awal membuktikan bahwa semua sama dihadapan hukum. Dan baru sekarang juga WLG alias Weli yang seolah-olah kebal hukum kasusnya sudah digelar, maka saya mengapresiasi Bapak Kapolda untuk terus membenahi lembaga yang beliau pimpin,” katanya kepada media ini Selasa 15 November 2022 pagi.

Gabriel optimistis negara akan kuat jika polisi kuat. Dia juga yakin demokrasi Indonesia khususnya NTT akan lebih baik lagi kedepan.

Dijelaskan, Ia sangat mendukung total Kapolda NTT dan jajarannya untuk pencegahan dan pemberantasan jaringan mafia Migas di NTT. Dimana WLG alias Weli yang terkesan kebal hukum, akhirnya digelar untuk ditetapkan sebagai Tersangka kasus Niaga Minyak dengan Barang Bukti Satu kapal Tongkang KM. Feri Mas Anugrah dan 5 ton BBM.

Selain itu, Ia berharap Krimsus Polda NTT segera memproses hukum oknum APH berinisial EA yang jelas – jelas disebut oleh Tersangka MT terkait kasus minyak subsidi ilegal yg ditangani Polresta Kupang Kota.

“Oknum EA juga diduga bermain dalam pusaran Minyak Subsidi di kabupaten Sabu Raijua  yang melibatkan Toko Piet Kupang,  ANS alias Antoni sebagai Tersangka Tunggal. Padahal dalam faktanya ada perbuatan melakukan penimbunan minyak di kabupaten Sabu Raijua yang ditangkap oleh Krimsus Polda NTT dan setidaknya ada tiga pelaku yaitu JT, ZA dan MA”, tegasnya.

Untuk tegaknya Keadilan dan menghindari adanya diskriminasi hukum maka kami dari PADMA dan KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia) dengan ini menyatakan;

Pertama, mendukung total Kapolda NTT dan jajaran Polda NTT beserta Polres se NTT melakukan pencegahan dan pemberantasan jaringan mafia migas di NTT;

Kedua, mendukung total Kapolda NTT beserta jajarannya untuk menindak tegas terhadap Oknum Aparat Penegak Hukum yang diduga kuat menjadi Beking jaringan mafia Migas di NTT;

Ketiga, mendukung Polda NTT yang telah menetapkan Tersangka agar segera memberikan kepastian hukum dan memenuhi rasa Keadilan Masyarakat NTT. Sehingga Polri menjadi pengayom dan garda terdepan dalam penegakan hukum yang menajam ke atas dan ke bawah.”Menuju NTT Bersih Bebas Korupsi!”

Sebelumnya diberitakan media ini, Pada bulan April 2022 Polda NTT telah melakukan penangkapan dan proses hukum 2 (dua)kasus minyak di antaranya seorang Pelaku WLG alias Weli yang melakukan penyelundupan Minyak Subsidi dengan menggunakan Kapal Tanker Feri Mas Anugrah di Kabupaten Sabu Raijua. Dalam kasus ini, Barang Bukti Hilang dan Anggota Polri yang menangkap BBM ini beberapa bulan kemudian dimutasi dari kabupaten Sabu Raijua ke Polres Lembata.

Penggerebekan dan penyitaan BBM  Subsidi diduga milik Anggota Dirkrimsus NTT ini ditangani langsung oleh beberapa anggota Buser di Polres Sabu-Raijua yang pada akhirnya kapal dilepaskan dan anggota-anggota diMutasi ke beberapa wilayah di daratan Flores. “anggota polisi yang mengungkap kasus minyak mafia BBM ini, bukannya diberikan penghargaan namun dimutasi  keluar daerah wilayah sabu”.

Hal lain yang menjadi pertanyaan besar ketika tim Propam Polda NTT melakukan supervisi ke Polres Sabu Raijua sehubungan dugaan kuat adanya oknum Polri yang memerintah melepas dan menghilangkan Barang Bukti milik Lomi Ga tidak diproses Kode Etik hingga saat ini.

Dalam kasus lainnya Polda NTT melakukan penangkapan Pelaku Penimbunan Minyak Subsidi di Kabupaten Sabu Raijua dengan Tersangka ANS alias Antoni dan beberapa minggu yang lalu Polda NTT melakukan gelar perkara dan menetapkan ANS alias Antoni sebagai Tersangka

Ada hal menarik dalam kontruksi kedua kasus Migas di atas ada Dugaan Kuat Polda NTT tebang pilih dan diskriminatif dalam penegakan hukum yakni WLG alias Weli diamankan tidak ditetapkan sebagai Tersangka sedangkan ANS alias Antoni  langsung ditetapkan sebagai Tersangka.

Disamping itu, dari informasi yang berhasil dihimpun, Dari video yang didapat Team Redaksi Cahayaindonesia, pendistribusian BBM di Sabu dengan Kapal Very Anugrah yang diamankan Polres Sabu Raijua diduga dilepas kembali. Diduga ada dugaan mafia oknum-oknum Polisi di Tubuh Ditreskrimsus Polda NTT, berinisial, EA, M, W yang bermain dalam pengelolaan dan pendistribusian BBM di Kabupaten Sabu – Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

Informasi tersebut diperkuat dengan Video, Rekaman, maupun  Foto adanya penggerebekan penimbunan BBM yang dilakukan oleh jajaran Buser Polres Sabu Raijua beberapa waktu lalu di salah satu Kapal Tanker yakni; Kapal Very Mas Anugrah dengan pengurus kapal berinisial MD dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa BBM  tersebut masuk ke NTT tanpa sepengetahuan Pertamina NTT.

Informasi lain, Barang bukti BBM (bahan bakar minyak) jenis solar sebanyak Puluhan ton lebih yang dibawa Kapal Fery Anugrah dan sempat diamankan Polres Sabu diduga dilepaskan kembali atas perintah oknum Pejabat,  beredar informasi bahwa barang bukti tersebut diduga lenyap sehingga kasus BBM ilegal ini tak dapat dibawa ke tahap selanjutnya dan menghilangkan berbagai registrasi di polres Sabu Raijua.

Sementara Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Ariasandy yang dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp No; +62 813-1533-xxxx dengan singkat mengatakan, “Hasil koord dgn penyidik utk kasus tsb ditangani polres sabu, saat ini baru tahap pelaks gelar perkara utk menentukan tsk”, jelasnya. (*)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel