DILARANG, Di Rote, Tak Boleh Lagi Ada PickUp Yang Muat Penumpang, Hanya Boleh Muat Barang

Mobil Picup Muat Penumpang, Foto: RakyatNTT.com


Keterbatasan Saran transportasi khusus orang atau manusia di pelosok desa membuat para pemilik mobil Pickup yang sebenarnya hanya untuk muat barang, merubah fungsi menjadi muat barang dan juga muat penumpang. Hal itu pasti terjadi dimana pun di seluruh pelosok nusantara. 

Termasuk di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Sebab, belum ada transportasi khusus manusia yang masuk desa selain motor. Tetapi tidak semua warga memiliki motor. Sebab itu, Pickup disulap jadi mobil angkut manusia atau penumpang. Namun, terkadang hal itu banyak menimbulkan kecelakaan yang fatal. 

Untuk menghindari kecelakaan fatal itu, maka polisi akan melarang mobil pickup untuk angkut menusia atau penumpang. 

Demikian, dilansir dari RakyatNTT.com, Senin (22/8/2022), Kapolres Rote Ndao, AKBP I Nyoman Putra Sandita, melalui Kasi Humas, Anam Nurcahyo mengatakan, terjadinya beberapa kecelakaan lalulintas fatal hingga menyebabkan korban meninggal dunia, disebabkan mobil barang atau pikap digunakan untuk mengangkut orang. “Hal ini yang mendasari Satuan Lalulintas Polres Rote Ndao untuk melakukan pencegahan sejak awal, karena tidak ingin terjadi di wilayah hukum kami,” kata Anam.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, kata dia, anggota Satlantas mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan mobil bak terbuka atau pikap untuk membawa penumpang. “Imbauan kita sampaikan melalui pemasangan spanduk di beberapa titik di Kota Ba’a dan sekitarnya. Salah satunya di pertigaan Jalan Utomo, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain,” ujar Anam.

Pantauan media ini, di spanduk tersebut tertulis “Mobil Barang Dilarang untuk Mengangkut Orang. Melanggar Pasal 303 Jo Pasal 137 Undang-undang Nomor: 22 Tahun 2009. Ancaman Hukuman Paling Lama 1 (satu) bulan, dan Denda Rp 250.000”.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel