Cerita Jekson Manafe, Hari Rabu "Keramat" Untuk Keluarga Ate-Lael



Shaloom...
saya mau bilang begini, orang yang foto dengan saya ini adalah seorang hamba TUHAN. Beliau adalah salah satu hamba TUHAN yakni bapak Pendeta Markus Nome yang menjadi mentor rohani kami keluarga disaat Penkase bergemuruh.

Saat pertama kali bertemu di Kupang pada hari Rabu tapi saya lupa tanggalnya. Atas bantuan seorang kerabat pencinta keadilan, saat itu saya melihat hamba TUHAN itu mukanya sangat bercahaya disitu kami berdoa dengan dengan posisi berlutut sempurna, penuh dengan air mata...

Saat pertengahan doa Dia berkata jangan takut akan terjadi sesuatu di hari RABU. Diakhir doa beliau katakan nanti kita doa lagi untuk minta petunjuk Tuhan. Hari selasa yang kami sepakati untuk bertemu dan berdoa lagi. Di situ ada petunjuk Tuhan untuk bersama-sama di hari Rabu siang besoknya berdoa di TKP penkase, disana ada petunjuk dan suara TUHAN yang bahwa semua akan terungkap dan tetap akan ada sesuatu terjadi di hari RABU

dari situ semua berproses dan singkat cerita pada saat Majelis Hakim dan JPU memutuskan pembacaan Putusan terhadap nasib Randi Badjideh jatuh pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2022.
Seharusnya jadwal itu disepakati awal pada senin 22 Agustus 2022 tetapi sesuai petunjuk Tuhan harus dimundur ke hari Rabu.

Pertanyaannya?
1. Apa makna hario Rabu yang ditentukan Majelis Hakim dan JPU!!!!!
2. Apakah manusia bisa membatalkan rancangan Tuhan??
3. Apakah hukuman mati yang dijatuhkan kepada Randi Badjideh salah menurut agama?
sumber: Postingan Jekson Manafe

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel