Kenali, Tak Perlu Bayar, Ini Ciri Jukir Liar Di Sejumlah Tempat Wisata Di Kupang



Kota Kupang makin banyak tempat hiburan dan taman wisata yang dibangun oleh Walikota Jefri Riwu Kore-Herman man dan jajarannya. 
Namun, seiring dengan itu, banyak juga oknum yang memanfaatkan hal itu untuk mencari uang. Salah satunya adalah Juru parkir (Jukir) liar. 

Perlu diketahui bahwa biaya parkir, seyogiyanya dimasukan ke kas daerah. jadi setiap anda membayar dua ribu atau seribu rupiah, akan dimasukan ke kas daerah, di luar daripada "fee" tukang parkir. 

Namun, hal itu akan menjadi lain lagi kalau tukang parkirnya liar alias ilegal alias tidak memiliki mandat untuk pungut atau tarik uang parkir dari pengendara. Itu sangat banyak di Kota Kupang. 

Kenali, Tak Perlu Bayar, Ini Ciri Tukir Liar Di Sejumlah Tempat Wisata Di Kupang
Dilansri dari RakyatNTT.com, Di sejumlah spot taman kota banyak ditemui juru parkir dadakan. Status mereka “liar dan nakal”. Bermodalkan peluit (sempritan) tapi tanpa kartu pengenal, karcis dan rompi layaknya juru parkir yang resmi, mereka beroperasi siang dan malam. Menariknya, saat kendaraan akan diparkir, sosok juru parkir liar tidak nampak. Tapi ketika kendaraan akan jalan, sempritan pun ditiup. Priiittt…!

Anehnya, setelah diberi uang, tanpa merasa bersalah si juru parkir liar tidak memberikan karcis sebagai bukti pengendara membayar pajak parkiran. Lebih aneh lagi, dari penelusuran RakyatNTT.com di lokasi Taman Nostalgia (Tamnos), dan Taman Generasi Penerus (Tagepe), Kamis (4/8/2022), setelah diberi uang parkir, si juru parkir malah memberi potongan karcis yang sudah kedaluwarsa.

Hal yang sama juga terjadi di area parkir Tagepe. Salah seorang juru parkir liar yang enggan menyebutkan namanya, mengakui kalau karcis parkir belum diterima dari bosnya, selaku pihak pemegang kontrak parkir. Tapi setelah didesak, dia malah menyerahkan karcis yang sudah kedaluwarsa, yakni kacis bulan Juni 2022.

Oleh sebab itu, ketika anda hendak bayar parkir, pastikan bahwa tukang parkirnya setidaknya dilengkapi dengan pluit, karcis Yang masih berlaku bercap basah Dispenda dan bukan foto kopi, rompi "Tukang Parkir". Hal itu agar uang yang kita bayar, benar-benar untuk PAD.  

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel