Paulus Tanmenu Dan Bharada E, Korban "Si Bos", Keadilan Milik Siapa?

Masih Ingat kasus Harley Davidson 5 tahu lalu? Sekedar ingatkan kembali, kasus itu menyeret seorang sopir asal Timor bernama Paulus Tanmenu. Sebagaimana dikutip dari goberita.id, Paulus Tanmenu adalah terpidana kasus penyelundupan 23 unit sepeda motor merek Harley Davidson dari Dili Timor Leste ke pelabuhan Atapupu pada September 2017 lalu.

Helio Moniz De Araujo, S.H., Kuasa Hukum Paulus Tanmenu menuturkan, Paulus Tanmenu adalah sopir. Ia bekerja pada CV. Mega Timor Perkasa milik Fransiskus Valdano alias Asun Colega, perusahaan yang bergerak di bidang usaha ekspor barang ke Timor Leste.


Paulus Tanmenu harus menjalani masa pemenjaraannya karena sudah ada putusan Mahkamah Agung yang menyatakan dirinya telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja dan tanpa hak membuka, melepaskan atau merusak kunci segel atau tanda pengaman yang telah dipasang oleh pejabat Bea dan Cukai” melanggar Pasal 105 UU Kepabeanan. 

ARTINYA, Paulus hanya "disuruh" untuk membawa mobil kontener yang berisi barang-barang ilegal (motor harley davidson) itu. Ia mendekam dipenjara. Anak dan istri terlantar. Sementara bosnya (pemilik CV) dan pemilik barang, melenggang bebas hingga kini. 


Kasus yang menimpa Paulus mirip dengan kasus yang menimpa Bharada E atau Bharada Eliezer. Ia kini dihukum karena menuruti perintah si bosnya Ferdy Sambo. Kedua orang ini, menjadi korban kekejaman sang bos. Yang mana mereka hanya "pekerja" yang di paksa untuk mengerjakan perintah si bos. 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel