FAKTA SIDANG LANJUTAN: Ini Keterangan Ahli Yang Dapat Meringankan Ira Ua

 




Sidang kasus Penkase, yakni kasus pembunuhan Astri dan anak Lael Maccabee kembali digelar di Pengadilan Negeri Kupang, Senin 13 Juni 2022. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan salah satu saksi ahli IT dalam persidangan tersebut.


BACA JUGA: 


Sejumlah fakta terungkap ke publik, diantaranya, soal HP terdakwa Randy Badjideh dan istrinya Ira Ua yang kini juga sebagai tersangka. Saksi ahli tersebut bernama Yohanes Suban. 

 

BACA JUGA:


Yohanes membeberkan bahwa ia pernah memeriksa 12 unit HP milik orang-orang yang dianggap ada hubungan dengan pelaku kasus Penkase. Namun, Yohanes hanya intensif memeriksa enam HP, yakni HP milik Randy dan istrinya, Arca, Bayu, Santy Mansula, Sonia Tulle dan Nastuti. 

 

BACA JUGA:


“Sebenarnya saya periksa 12 HP. Tetapi yang diperiksa secara intens itu hanya enam HP. Yaitu Randi dan istrinya, Santi, Arca, Nastuti dan Sonia Tule,” ujar Yohanes Suban.

 

BACA JUGA:


Hanya Dua Nomor HP Yang Ikut Dalam Mobil Dapat Meringankan Ira Ua

Fakta lain yang terungkap adalah, masih menurut saksi ahli, Yohanes Suban,berdasarkan bukti GPS, terdapat dua nomor yang ikut dalam mobil yang dikendarai Randy. Yaitu nomor HP milik korban, Astrid Manafe, dan nomor HP milik terdakwa, Randy Badjideh. Sebab, ketika mereka (dua nomor HP) lewat dan ada pemancar, maka disana dapat terpantau keberadaan HP yang mereka miliki. 

Artinya, secara tidak langsung, keterangan ahli ini menjelaskan bahwa yang berada dalam mobil hanya Ate dan Randy. Tidak ada orang lain seperti banyak beredar selama ini. Dengan demikian, dapat meringankan hukuman bagi Ira ua.


BACA JUGA:


Meski demikian, Yohanes tidak menyimpulkan apapun soal hasil pemeriksaan yang ia lakukan, sebab, hasil itu ia serahkan ke penyidik untuk diselidiki lebih lanjut.


BACA JUGA:


HP Ira dan Randy Sudah Di-reset 
Sebagaimana dilansir dari koranntt.com, menurut Yohanes, dari sekian HP yang diperiksa, semuanya dalam keadaan normal. Hanya dua unit HP yang sudah direset atau dikembaikan ke pengaturan pabrik alias di-reset.


Meski demikian, ia menerangkan bahwa tidak mengetahui secara pasti kapan kedua HP tersebut di-reset. Tetapi kedua HP tersebut diaktifkan lagi tepat pada tanggal 2 September 2021. 

 

BACA JUGA:



Artinya, HP diaktifkan kembali, 5 hari setelah korban dibunuh. Patut diduga, ada upaya hilangkan jejak oleh Randy.

“Yang reset itu hanya HP milik terdakwa dan tersangka. Kalau yang reset full itu Randy, reset back up itu Ira. Tanggalnya berapa kita tidak tahu. Tetapi kalau dilihat dari setelah reset dan aktif lagi itu mulai tanggal 2 Sepetember,” ungkap Yohanes Suban.


BACA JUGA:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel