Cara Atur Gaji Anti Boncos!



Pernah nggak, habis gajian langsung banyak jajan karena tergoda promo payday? Ujung-ujungnya jadi boros karena beli barang yang kurang diperlukan. 

 

Sebaiknya kamu bisa atur keuangamu agar alokasi pengeluaran sesuai kebutuhan dan nggak boncos ditengah bulan. 

 

Bibit mau kasih tau beberapa rumus alokasi gaji yang mungkin cocok untuk kamu: 

 

Rumus 20-80

Rumus ini merupakan rumus yang paling sederhana yaitu:

  • 20% penghasilan untuk investasi
  • 80% penghasilan untuk memenuhi kebutuhan. 

Contoh: Jika penghasilan kamu Rp 5 juta per bulan. Maka jumlah investasinya adalah Rp 1 juta (20%) dan pengeluaran bulanannya sebesar Rp 4 juta (80%).

Jadi, kalau mau makan, hang out bareng teman, beli paket kuota internet, bayar air, listrik, cicilan motor, dan lainnya. Ambil dari alokasi 80%. 

 

Rumus 50-30-20

Rumus ini membagi pengeluaran kamu menjadi 3, yaitu: 50% untuk biaya hidup, 30% untuk investasi jangka pendek, dan 20% untuk investasi jangka panjang. 

  • Biaya Hidup: Biaya untuk memenuhi keperluan bulanan seperti utilitas listrik dan air, makan, biaya sewa, internet, hiburan dan juga cicilan jika ada. 
  • Investasi Jangka Pendek: Alokasi uangmu untuk nabung tujuan keuangan jangka pendek seperti mau beli handphone baru atau liburan ke Bali tahun depan. 
  • Investasi Jangka Panjang: Alokasi uangmu untuk nabung tujuan investasi jangka panjang seperti dana pensiun. 

Contoh: Jika kamu penghasilan Rp 5 juta per bulan. Maka jumlah dana untuk memenuhi kebutuhan adalah Rp 2,5 juta (50%), lalu investasi jangka pendek sebesar Rp 1,5 juta (30%), dan tujuan keuangan jangka panjang sebesar Rp 1 juta (20%). 

 

Rumus 40-30-20-10

Rumus ini membagi alokasi gaji lebih terperinci, yaitu: 40% untuk kebutuhan hidup, 30% untuk investasi jangka pendek, 20% untuk investasi jangka panjang, dan 10% untuk donasi. 

  • Kebutuhan hidup: untuk memenuhi pengeluaran rutin seperti kebutuhan pokok, tagihan listrik, air, transportasi hingga kebutuhan hiburan dan juga cicilan jika ada.
  • Investasi Jangka Pendek: Alokasi uangmu untuk nabung tujuan keuangan jangka pendek seperti ngumpulin dana darurat atau beli laptop untuk menunjang pekerjaan
  • Investasi Jangka Panjang: Alokasi dana investasi jangka panjang seperti dana pensiun.
  • Donasi: Tentunya bagus untuk berbuat kebaikan. Kamu bisa memberikan sumbangan kepada yang membutuhkan.

Contoh: Jika penghasilan kamu Rp 5 juta per bulan. Maka Rp 2 juta (40%) untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Lalu, Rp 1,5 juta (30%) untuk investasi jangka pendek, Rp 1 juta (20%) untuk investasi jangka panjang, dan Rp 500 ribu (10%) untuk donasi.

 

 

Perlu diingat, itungan diatas bukan rumus baku kok. Kamu bisa menyesuaikan persentasenya sesuai dengan pemasukan dan kebutuhan kamu. Terus tetap disiplin dengan alokasi gaji yang sudah kamu tentukan. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel