Duh, Ada Surat Dari Warganet Untuk Christo Kolimo, Isinya Sungguh Nenohok




Buntut dari pernyataan Koordinator umum Aliansi Peduli Kemanusiaan, Christo M. Kolimo di media sosial yang tampak meremehkan perjuangan netizen untuk kasus Penkase di media sosial, Seorang warganet menulis Surat yang ini pedas. Berikut suratnya. (BACA PERNYATAAN LENGKAP CHRISTO >>> KLIK DISINI)



Surat Untuk Kau, Christo Kolimo, (Mungkin) Bukan Ingusan Lagi 


"Bahkan ketika memberi diri dalam perjuangan, tidak ada satupun dari Kalian yang ikut berjuang selain di medsos". 

Kalimat itu sangat membekas bagi kami yang berjuang di medsos dalam kasus Penkase. Karena kau seolah-olah meremehkan perjuangan netizen di media sosial. 

Semoga kau tidak lupa, bahwa Randy serahkan diri karena tekanan publik lewat media sosial. Sebelum ada Aliansi "milik" kau itu, warganet sudah ada dahulu untuk kawal kasus ini. 


Kau tak perlu terlalu buat over percaya diri dan merasa paling berjasa dalam perjuangan ini. Dan mengatakan, tidak ada satupun dari Kalian yang ikut berjuang selain di medsos.

Ikh.. angkuh dan picik sekali kau jadi orang. 

Kalau kau mau berpolitik, yah silahkan. itu pilihan kau. Tidak ada yang larang, selagi dalam koridor hukum dan demokrasi. Kau tak perlu angkuh dan merasa paling hebat.

Pesan untuk Kau, jangan anti kritik!!!!!! Sekali lagi, Jadi orang jangan anti kritik!!!!


Emangnya salah kalau warganet bertanya, "kenapa kau dan teman-teman kau teriak minta gubernur tentukan sikap dalam kasus ini, TETAPI KAU DAN TEMAN-TEMAN KAU, TIDAK TERIAK DENGAN WALIKOTA KUPANG???" Apa salahnya warganet bertanya begitu??? 

Wajar dong, kami bertanya, mengapa kau demo gubernur dan DPRD bahkan bertemu presiden, tetapi kau tak demo di Walikota sana. Kau jawab sudah, Cristo yang katanya pendeta,, huh,,,,!!!!!!

Dari akun Anonim Yang tersinggung dari kata-kata kau yang angkuh dan picik itu. Katanya kau Berpengalaman, tapi Kau sama seperti anak ingusan dalam merespon kritik. 
Pegiat Literasi.com
Penulis percaya bawah Setiap kata adalah kekuatan. Karena itu, kami ingin menyampaikan pesan lewat tulisan. Mencari inspirasi untuk menginspirasi. Menjadi berkat untuk memberkati.

Related Posts