Ini Rute Lengkap Mobil Randy, Sempat Gali Lubang Sendirian, Tapi Tak Kuat



Randy Badjideh dalam pengakuannya, membawa Astrid dan Lael dengan mobil Rush yang ia sewa. Sebelum keduanya dibunuh, Randy sempat membawa mereka ke sejumlah tempat. Dimulai dari tempat Astrid dan Lael di jemput dari Kos Bayu Irianto di kawasan pasar Oebobo Kupang. 

BACA JUGA: 


Berdasarkan hasil pantauan Global Positioning System (GPS),  Randy mengendarai Mobil yang membawa Astri dan Lael menuju warung makan Maduratna di Jalan Sudirman.

Setelah itu mereka melanjutkan perjalan menuju Alak, sampai di pertigaan Bolok, lalu belok kiri ke Jalur 40 menuju Jembatan Petuk dan keluar ke arah Kabupaten Kupang.

BACA JUGA:


Mobil tersebut lalu masuk ke Kompleks Perkantoran Bupati Kupang di Oelamasi dan kemudian kembali lagi menuju Kota Kupang.


Sabtu 28 Agustus 2021, sekitar pukul 01.24 Wita hingga pukul 01.27 wita, mobil yang dikendarai Randy berada di dekat lokasi rumah korban Astri selama kurang lebih tiga menit.

Dari Rumah astrid, Mobil kembali bergerak menuju ke Jalan Frans Seda dan berjalan memutar di dalam Kota Kupang menuju Alak dan berhenti di tempat jual kelapa muda di Kelurahan Penkase, Oeleta selama kurang lebih 40 menit (sekitar pukul 02.50-03.30 wita).

Randy pun melanjutkan perjalan menuju arah Tugu Abrahan Baitanu dan menuju area parkir depan Rujab Bupati Kupang (Hollywood) dan setibanya disana, terdakwa memarkir mobil selama kurang lebih 3 jam 22 menit (sekitar pukul 04.14-07.35 wita).

BACA JUGA:



Saat itu Randy dan korban terlihat sedang mengendong Lael baring-baring di dalam mobil tersebut. Sekitar pukul 07.40 wita, terdakwa mengisi bahan bakar di SPBU Fatululi lalu kembali lagi ke areal parkir Hollywood. Kemudian dari SPBU Randy kembali ke Parkiran Hollywood dan pada jam 9 pagi, Randy cekik keduanya.


BACA KRONOLOGI LENGKAP PEMBUNUHAN ASTRID DAN LAEL, KLIK >> DISINI


Randy telpon Saksi David Untuk Gali Lubang
Awalnya Randy telepon Marthen Taunus, untuk bantunya gali lubang, namun maerthen tidak mau. Lalu Randy kemudian meminta tolong Davidson Daga Mesa alias David alias Bob untuk menggali lubang. Randy beralasan, lubang tersebut untuk menguburkan anjing peliharaan bos-nya yang telah mati.

BACA JUGA:


David pun menyanggupi permintaan Randy. Keduanya membawa linggis dan sekop menuju Penkase Oeleta. Namun karena hari sudah sore, keduanya memutuskan untuk berhenti menggali lubang yang belum terlalu dalam itu. Keduanya pulang menuju rumah David dengan membawa linggis dan sekop. 

Randy gali lubang sendirian tapi tak kuat
Pada Senin 30 Agustus 2021  (Mobil berisi mayat masih di BPK) Randy gali lubang sendiri. Randy kemudian menuju tempat penggalian lubang di Penkase-Oeleta dan setibanya di sana terdakwa mulai menggali lubang sendirian, namun Randy tak mampu gali lubang sendirian. Sehingga Sekitar pukul 14.00 Wita terdakwa menelepon David untuk membantu melanjutkan menggali lubang yang kemarin digali.

Kemudian sekitar pukul 15.00 Wita David sampai di tempat penggalian lubang. David sempat bertanya kepada Randy, “Anjing dimana ko mau dikubur". Tapi terdakwa menjawab, “Anjing masih di bos punya rumah, nanti saya yang kubur sendiri,”.

Kemudian mereka melanjutkan menggali lubang hingga berukuran panjang sekitar 1 (satu) meter lebih dan lebar sekitar 80 cm (delapan puluh sentimeter) dan kedalaman sekitar 80 cm (delapan puluh sentimeter).

BACA KRONOLOGI LENGKAP PEMBUNUHAN ASTRID DAN LAEL, KLIK >> DISINI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel