Ini "Cerpen Penkase" Bikin Merinding (Bagian 3 Bersambung)



CERPEN KRIMINAL
CINTA SEGI EMPAT
(Bagian 3 : Bersambung)

ORANG YG BISA MENGUNGKAP KASUS KRIMINAL HARUSLAH ORG YG MEMILIKI TINGKAT INTELIGENSIA YANG TINGGI.. Bukan berdasarkan buku² atau pasal².

IRRA suami ADY merasa tidak tentram dlm rumah tanggax akibat ADY suaminya kembali menjalin hubungan asmara dgn pacarnya bernama DOMA hingga membuahkan seorg anak laki2 yg sangat mirip dgn ADY suaminya, anak ganteng ini saat ini berumur 10 bulan.

ADY dan KOMA telah menjalin hubungan asmara sejak 14 Tahun yg lalu tetapi olh karena perbedaan keyakinan maka hubungan mereka tdk pernah sampai ke pelaminan lalu ADY menikah dgn ARRI yg satu keyakinan dan dikaruniai seorg anak perempuan yg mirip ibunya berumur 3 Tahun.

Sejak ketahuan olh ARRI bhw ternyata ADY masih menjalin hubungan dgn KOMA, maka prahara RT antara ADY dan ARRI senantiasa dipenuhi olh pertengkaran. ARRI selalu mengawasi gerak gerik suaminya di rumah sampai2 sering memeriksa HP milik suaminya yg terkadang mendapati bukti2 komunikasi antara ADY dgn KOMA. Dari HP suaminya, ARRI mendapatkan nomor HP/WA KOMA. Lalu ARRI berkomunikasi dgn KOMA. ARRI yg emosi kpd KOMA mwnganggap bhw KOMA telah mengganggu suaminya, sering kali melakukan kominikasi dgn KOMA meminta kpd KOMA spy jgn selalu menghubungi suaminya.

ARRI semakin GALAU dan STRES oleh karena ADY sering terlambat pulang ke rumah dan kalau ARRI bertanya maka ADY terkadang emosi dan meninggalkannya.

Hari demi hari keadaan semakin parah. Rasa cemburu ARRI semakin menjadi2 bahkan sempat mwnghubungan kakak kandung KOMA bermohon spy kakak KOMA menyampaikan ke KOMA spy KOMA menjauhi suaminya.

Akibat kata2 kasar dari ARRI, maka KOMA menuntut ADY spy segera menyelesaikan pertanggungjawaban kpdanya krn sdh 14 Tahun menjalin hubungan asmara bahkan telah dikarunuai anak.

ADY si depan ARRI selalu menyatakan bhw bukan dia yg selalu menghubungi KOMA tetapi KOMA yg selalu mengganggu dia. Pernyataan ADY kpd ARRI seperti ini spy ARRI bisa tenang. 

Lalu ARRI meminta ke ADY spy bisa mempertemukan dia dgn KOMA. ARRI jg menghubungi KOMA spy mereka berdua bisa bertemu di suatu tempat untuk membicarakan masalah mereka.

Dari kesepakatan berriga ini, KOMA sempat menyampaikan ke orgruanya bhw akan menyelesaikan masalahnya dgn ADY dan ARRI.

Sebagai penengah, ADY menghubungi KOMA bhw  akan menjemputnya di Jln Nangka. Maka supaya orgtua KOMA tidak curiga maka ADY meminta perrolongan AKRA sababat KOMA untuk menjemput KOMA di rumah orgtuanya.

ARKA menjemput KOMA jam 20.00 menuju ke Jln Nangka yg rupanya KOMA membawa pula KODU anaknya.  KOMA berangkat dr rumah hanya membawa tas yg isinya hanya perlengkapan baby.

Dalam perjalanan KOMA dihugungi olh ADY agar menuju ke kosan AYUB krn akan dijemput di sana.  Akhirnya KOMA menyuruh AKRA berbelok arah ke kosan AYUB di belakang pasar Naikoten.

Jam 21.00, ADY menjemput KOMA/KODU di kosan AYUB menuju ke alun² Holywood. 

Tempat ini sengaja dipilih karena alun2 ini cukup luas, sepi dan jauh dari permukiman warga sehingga sangat cocok sbg lokasi pertemuan penyelesaian masalah.

Lalu ADY menghubungi ARRI bhw dia dgn KOMA sdh menunggu di HW.

ARRI yg telah dipenuhi emosi yg luar biasa lebih awal telah menyiapkan segalanya, dia menguhubungi org yg layak dipercaya dan mampu membantunya saat bertemu dgn KOMA. Org yg dipercaya olh ARRI ada 2 org yaitu TUGA dan TUBUR.

ARRI tdk menceritakan kepda TUGAR & TUBUR bhw akan menemaninya untuk menyelesaikan masalah dgn KOMA melainkan disampaikan dgn nada emosi bhw temani saya mencari org yg suka selingkuh dgn ADY.

Mereka bertiga mengendarai sebuah mobil dgn Nomor polisi Kode DH. ARRI sdh menyiapkan balok kayu 4/4 sepanjang 1 meter untuk menghajar org yg selingkuh dgn suaminya. Di dlm perjalanan, ARRI mengumpat, mencaci, dan mengancam siapapun yg nanti akan ditangkap basah bersama dgn suaminya. TUGAR dan TUBUR pun terbawa emosi akibat penuturan² ARRI.

Sampailah mereka di Holywood, mereka langsug melihat mobil dgn Nomor Polisi kode B sesuai informasi dr ADY kepada ARRI.

ARRI turun dr mobil lalu menyuruh KOMA turun dr mobil kode B dan menyampaikan ke ADY spy jgn campuri urusan kami berdua. Kamu tunggu di sini sampai kami pulang.

KOMA turun dr mobil menggendong KODU lalu naik ke mobil kode DH. ARRI membuka pintu di jok tengah lalu KOMA naik sambil menggendong KODU. Sesaat kemudian mobil berangkat entah ke mana dan ADY tetap menunggu di Holywood sambil tidur²an di dalam mobil. Waktu itu sdh menunjukkan jam 22.00.

Mobil DH meluncur ke arah Barat menuju Namosine lalu belok kanan ke arah Patung Napitu Naf. Dlm perjalanan di dlm mobil DH, terjadi pertengkaran hebat antara ARRI dan KOMA sambil mobil tetap berjalan. 

100 meter melewati Patung Napitu Naf, mobil belok kiri kemudian berhenti pada jarak sekitar 60 meter dr jalan raya.Tempat ini jauh dr permukiman penduduk tepat jam 01.00. ARRI menyuruh KOMA turun dr mobil.

Di tempat ini biasa dijadikan kaum muda mudi melakukan ketemu²an di malam hari sehingga mobil bisa masuk dengan gampang. TOGU dan TUBUR serta ARRI sangat hafal tempat ini krn kadang jg ditempati untuk rekreasi di siang hari.

KOMA turun dr mobil, ARRI mengambil balok yg telah disiapkan tiba2 dlm keremangan malam itu, ARRI menghantam KOMA dengan balok namun mengenai kepala KODU dan meninggal seketika. KODU sbg pemain bela diri berusaha membalas pukulan ARRI namun TUGA dan TUBUR yg jg sdh dipenuhi rasa benci ke KOMA, memegang KOMA pada pagian badan dan kepala sambil menyumbat mulut dan hidung KOMA krn KOMA mengeluarkan suara teriakan yg bisa mengundang perhatian warga atau org yg lewat amanakala ada. Di saat KOMA sekarat tdk berdaya, ARRI menemukan benda tajam lalu memotong jari² KOMA satu persatu sambil berkata : "ini sudah yg suka tindis hp ko ganggu b pung suami, rasa sudah". Akhirnya KOMA tewas di tangan mereka bertiga.

Setelah KOMA dan KODU tewas, ARRI menuju mobil DH, menggeledah tas milik KOMA dan menemukan HP korban. KOMA berusaha mematikan HP tsb lalu memasukkannya kembali ke dalam tas tepat jam 02.00.

ARRI lalu menelpon ke ADY menyuruh ADY menunggu mereka di penjual kelapa di daerah pantai Namosine sehingga ADY bergegas menuju ke penjual kelapa. Memilih tempat penjual kelapa sbg tempat penjemputan krn dekat dgn TKP (Patung Napitu Naf) sehingga mereka tidak perlu menuju ke Holywood menemui ADY yg jaraknya begitu jauh ke dalam kota.

Di TKP, TUKU dan TUBUR mengangkat kedua korban ke atas mobil menuju ke penjual kelapa yg jaraknya sekitar 4 Km dr TKP. Dalam perjalanan, mereka sempat berhenti sejenak di jembatan lalu membuang tas milik KOMA yg berisi HP, dompet dan ID KTP korban.

Sampai di penjual kelapa Namosine, mobil B sdh menunggu. Mobil DH berhenti di samping kiri mobil B lalu ARRI turun dr mobil, berdiri di pintu sopir dan berkata ke ADY bhw : "Eh... lu pung bini pingsan, lu sayang² su. Lu pi urus baik² sudah......". ARRI mengeluarkan kata2 membuat ADY yg mengantuk seakan terhipnotis dan bersamaan dgn itu TUGA & TUBUR mengangkat tubuh kedua korban ke jok tengah secepat mungkin sesuai dgn hasil diskusi mereka di dlm mobil DH dlm perjalanan pulang.

TUGA & TUBUR menyapa ADY : "baik su kaka" lalu naik ke mobil. Dari sinilah ADY tahu bhw yg mengantar ARRI adalah TUGA & TUBUR. ARRI naik ke mobil DH lalu pergi, saat itu tepat pukul 03.20.

Sesaat kemudian, ADY pun menuju ke Holywood. Sampai di sana dia memeriksa KOMA & KODU rupanya mereka berdua sudah meninggal.

ADY terpaku, sedih, geram, tdk bisa berbuat apa2. Dia memeluk kedua mayat itu menangis. Harapannya hilang, palagi KODU anaknya laki² benar² mirip dengannya dan suatu kelak dia akan membawa nama marga keluarganya yg minoritas dlm keluarga KOMA yg merupakan salah satu kluarga besar di kampungya.

ADY berfikir akan pergi jauh membawa kedua mayat org yg disayanginya untuk dikuburkan sehinga jam 07.00 dia menuju ke SPBU yg jaraknya hanya sekitar 500 meter dr Holywood untuk mengisi BBM lalu kembali ke Holywood akibat rasa capai dan rasa duka yg mendalam yg dia rasakan.

Jam 13.00, ADY menuju ke halaman kantor BPK tempat dia bekerja, di sana dia rasakan paling baik untuk memarkir mobil B krn halaman parkirnya luas, pohon yg rindang, apalagi dia sangat menguasai tempat ini karena dia sbg supervisor cleaning service di kantor itu.

Soreh setelah jam pulang kantor, ADY masing memeriksa bagian² ruangan apakah sudah bersih. Lalu skli2 pergi memeriksa keadaan mobil yg rupanya tubuh KOMA & KODU sdh mulai mengeluarkan bau busuk.

Dari sini timbul ide dlm fikiran ADY untuk membungkus kedua mayat ini dgn plastik sampah yg ukurannya cukup besar dan tebal krn ADY sdh terbiasa dan tau di mana mendapatkan plastik seperti ini.

ADY tau bahwa plastik yg ukurannya sama dgn yg digunakan di kantor BPK agak kecil. Malam itu ADY tidur di atas mobil berama kedua mayat org yg dia sayangi.

Keesokan harinya, mayat tsb makin berbau busuk sehingga ADY menuju ke toko penjual plastik besar yg hanya satu²nya toko penjual barang demikian di kota itu lalu memasukkan kedua mayat ini ke dalam plastik.

ADY bingung bagaimana cara dan di mana menguburkan  kedua mayat ini yg semakin membusuk. Dia berusaha mencari org untuk membantunya dgn alasan akan menguburkan org gila namun org² tsb menolak.

Akhirnya dia menemukan ide untuk menghubungi TUGA, dia sampaikan bhw : "ternyata lu membunuh KOMA & KODU, jadi lu harus bantu bt kubur sama dia" (kira² bgtu). TUGA setuju lalu ADY menuju ke rumah TUGA bertemu TUGA lalu berdiskusi dgnnya. TUGA memberi ide ke ADY di mana tempat penguburan yg aman yg mana lokasi yg diarahkan oleh TUGA adalah TKP tempat KOMA dan KODU dieksekusi tanpa memberitahu ADY bhw di situlah tempat mengeksekusi KOMA dan KODU.

ADY memarkir mobil di sekitar rumah TUGA yg sepi mereka berdua menuju ke lokasi bernama Napitu Naf menggunakan motor. Mereka tdk memakai mobil karena bisa memancing perhatian di tempat menggali. ADY menyetir motor membonceng TUGA dgn membawa alat penggalian berupa linggis dan sekop.

100 meter melewati Patung Napitu Naf,TUGA menyuruh ADY belok ke kanan. Sekitar 60 meter dr jalanan mereka berhenti lalu menggali lubang.

Tetapi akibat tanah yg keras maka mereka berdua kewalahan. Lalu ADY menelpon ke TUBUR dgn kata² yg sama disampaikan ke TUGA, lalu TUGA datang ke tempat itu dgn motor membawa linggis. TUGA tdk kesulitan mencari lokasi tempat mereka karena TUGA sdh tahu di mana mengeksekusi KOMA dan KODU malam itu.

Setelah penggalian selesai, TUBUR pulang entah ke mana, ADY dan TUGA kembali ke rumah TUGA... Alat² menggali ditinggalkan di dekat lubang krn akan digunakan olh ADY menimbun kedua mayat saat setelah dikuburkan. Lalu ADY mengambil mobil dan menuju ke Napitu Naf menguburkan kedua mayat org yg dia kasihi.

Sesampainya di rumah, ADY sdh dlm keadaan bau busuk, sudah 3 hari tdk mengganti pakaian apalagi sudah 2 malam tidur bersama mayat. Mereka bertengkar lagi masalah bhw ARRI, TUGA & TUBUR telah membunuh KOMA dan KODU. Banyak hal yg dipertengkarkan......

Roh TUHAN mengarahkan jalur penggalian pemasangan pipa PDAM ke lubang tempat kedua mayat tsb dikuburkan sehingga mayat KOMA dan KODU bisa ditemukan. Seandainya bukan TUHAN maka sukseslah KISAH PEMBUNUHAN INI.

Ini hanyalah CERITA PENDEK, cerita ini tdk ada hubungannya dgn kejadian² perkara manakala ada yg hampir sama dalam cerita ini.

Ikuti terus kisah ini sampai adanya peran otg lain CINTA SEGI EMPAT. Sumber: netizen PUA TABI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel