Haru Banget, Ini Puisi Untuk Ate dan Lael Di Keabadian



---Ibu Engkau selalu ada dihati kami---

Kini kita tidak lagi berada di dunia yang sama
Kita terpisah ruang dan waktu...

Kita tidak lagi bisa bertatap muka
Dan aku hanya bisa menatapmu dari foto saja...

Tak kan pernah ada yang berubah
Sejauh apapun engkau pergi, IBU

IBU adalah pengukir jiwa kami
IBU akan selalu ada di hati kami...

Engkau adalah pahlawan untuk hidup kami
Engkau adalah cahaya untuk hidup kami...

Engkau adalah pelita untuk hidup kami
Engkau akan selalu ada di hati kami...

Kami tidak akan terlalu larut larut bersedih
Doa kami selalu untuk IBU...

Doa kami untuk kebahagiaan IBU di surga
Doa kami agar IBU tenang di sisi-Nya.

IBU engkau wanita terhebat
IBU yang telah terbaring itu IBUKU...

Dia adalah wanita  terhebat yang pernah kukenal
Dia adalah wanita terbaik yang mengayomiku...

Tak pernah mengeluh meski sakit kadang dirasa
Wanita terhebat itu adalah IBUKKU...

Dia adalah sosok wanita sederhana
Dia adalah sosok yang cerdas...

Dia adalah tumpuan dimana kaki kami berpijak..
Wanita yang telah terbaring disana...
Ia adalah IBUKKU yang terhebat
Ia tidak akan membiarkanku terluka...

Ia akan selalu mendampingiku
Wanita yang telah terbaring di sana...

Wanita yang telah beristirahat bersama-Nya.

Semoga kekuatan darimu membuatku selalu bertahan
Semoga cintamu mengilhami hidupku...

Nasehatmu takkan kulupa
Segala petuah hidup yang yang engkau berikan kepadaku akan kusimpan dilubuk hatiku yang paling dalam....

Wanita terhebat itu adalah IBUKKU
Yang terbaik di dunia ini....

Oh IBU...

Kaulah satu-satunya wanita, yang paham akan suka dan duka,
Tentang kepasrahan dan gelora asa.

IBU...
Kepadamu kututurkan Doa,
Atas segelintir harapan tak sirna,
Untuk membahagiakanmu diakhir masa.

Namun yang terjadi,
Tak sesuai kehendak hati,
Kau mendahului pergi,
Meninggakkan aku sendiri,
Di dunia yang fana ini.

Ibuku sayang,
Aku merindukanmu di bayang-bayang,
Memimpikanmu dalam lamunan,
Namun kau tak jua kunjung datang.
Oh ibuku sayang.

Siang begitu panas,
Malam begitu dingin, 
Selepasnya aku tersadar,
Hanya kaulah yang bisa menenangkan....

Sekuat tenaga menahan tangis,
Akan hati yang kian teriris,
Hidup tak lagi jadi manis,
Semula optimis menjadi pesimis...

Ibuku sayang,
Selamat tinggal untuk selama-lamanya,
Tenanglah engkau di alam sana, 
Doaku mengalir sepanjang masa,
Semoga kau tenang di alam surga,

Hai dunia, aku tak begitu sedih,
Itulah kebohongan terbaikku kepada mereka,
Namun disisi lain, akupun menyakini,
Bahwa yang maha  pengampun mengerti, 
Atas apa yang aku kehendaki...

Ibuku sayang, kau telah tiada,
Kau tak lagi terjaga, 
Kami disini merana, 
Di depan gundukan pusara,
Menyiram dan menanam bunga...

Ibu, selamat tinggal dan Doa kulantunkan, 
Lagi dan lagi tanpa bosan,
Kaulah secercah semangat dan harapan,
Bagiku untuk meraungi kerasnya kehidupan....

Perpisahan dan air mata akan berubah menjadi kenangan yang akan kami pegang dekat di hati kami, sekarang dan selama lamanya...

Have FAITH...
Jiwa kami MENDOAKAN Jiwamu IBU....

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel