Mahfud MD: Dalam Hukum Pidana, Tak Sembarang Orang Mengaku Lalu Ditahan




Kasus pembunuhan Astrid dan anaknya belum juga menemui titik terang. Berkas pelaku pembunuhan, Randy Badjideh sudah dua kali dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi NTT oleh Polda NTT, namun dua kali juga dikembalikan. 

Salah satu poin penting dari koreksi kejaksaan adalah Penyidik Polda NTT belum mampu membuktikan Randy dijerat pasal pembunuhan berencana. Karenanya, Jaksa minta penyidik Polda NTT untuk membuktikan itu baru Randy bisa disidangkan.

Randy Mengaku membunuh Astrid
Meskipun Randy mengaku membunuh Astrid, namun publik tak percaya sebab banyak kejanggalan.

Salah satunya, Penyidik menetapkan Randy sebagai tersangka ATAS DASAR PENGAKUAN RANDY Tanpa didukung alat bukti yang cukup. Padahal menurut beberapa ahli hukum pidana di NTT, seperti Dedy Manafe, tak sembarang orang mengaku lalu ditahan. 

Hal itu juga senada dengan pemikiran mantan ketua MK RI, Mahfud MD. Menkopolhukam Ini menuliskan itu dalam twiternya untuk mengomentari sinetron Ikatan Cinta. Hal itu karena adanya rekayasa kasus pembunuhan dalam sinetron tersebut. 


Begini Cuitan Mahfud di Twiternya, "Pembunuh Roy adalah Elsa. sarah, Ibu Elsa, mengaku sebagai pembunuhnya dan minta dihukum demi melindungi Elsa. Lah, dalam hukum pidana, tidak sembarang orang mengaku lalu di tahan. kalau begitu, nanti banyak orang yang berbuat jahat lalu menyruh (membayar) orang untuk mengaku sehingga pelaku yang sebenarnya bebas".

Meskipun sinetron tapi ada pembelajaran hukum di sana. Dan seperti kebetulan juga, Seakan ini hampir sama dengan kasus Randy Badjideh.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel