720 Jam Berlalu, Belum Ada Titik Terang, Tuduh-Menuduh Bergilinding Liar Di Medsos



Kasus "pembunuhan" Astrid Manafe (30) dan Bayinya Lael (1) Kurang lebih sudah 30 Hari (720 jam) di tangan Kepolisian Daerah (Polda) NTT. Terhitung sejak kedua korban ditemukan (30/10/2021) hingga akhir bulan November (30/11/2021). Namun, hingga saat ini belum ada titik terang tentang kasus ini. Sementara itu, arus informasi tentang kasus ini terus bergelinding liar di Media Sosial (Medsos). Postingan-postingan yang menuduh beberapa orang yang disangka pelakunya tidak bisa terbendung. Hal itu wajar, sebab kasus ini menggemparkan publik, dan juga sangat keji dan sadis serta melangkahi rasa kemanusiaan dan hati nurani, bayi yang tidak berdosa pun dihabisi secara biadab oleh pelaku jahanam itu. 

Polisi Dinilai Pelit Informasi
Hingga saat ini, penulis tidak atau belum mendengar dan membaca (atau mungkin saya lewati) sepatah kalimat pun dari polisi tentang penyebab kematian kedua korban. Minimal bagaimana kondisi kedua korban setelah Otopsi, apakah ada anggota tubuh yang hilang, atau bagaimana mereka dibunuh, dan siapa saja  inisial saksi kunci dan orang-orang yang terakhir bersama-sama dengan kedua korban. Bahkan polisi tidak bisa pastikan kedua korban dibunuh atau tidak. Sementara, sudah jelas kedua korban dikubur bagai bangkai hewan. Tidak ada orang yang buang mayat anggota keluarganya dengan cara seperti itu kalau bukan dibunuh. Anggapan dan kesimpulan netizen selama ini hanya berdasar pada pernyataan dan keterangan keluarga yang diberitakan lewat media massa. Bahkan pernyataan Kapolda NTT kemarin, sekan membuat Pesimis. Sebagaimana dilansir dari peristiwa24.com, Kapolda Menyatakan, "Penyelediakan ini tidak ada target, doakan saja".

Kita sangat paham, polisi HARUS dan WAJIB mengerluarkan keterangan atas dasar yang kuat berdasarkan penyelidikan yang tepat dan akurat. Tetapi, masak penyelidikkan selama 720 jam, polisi tidak bisa pastikan juga bahwa kedua korban dibunuh dan bagaimana kondisi kedua mayat itu. Artinya, kita butuh bagaimana perjalanan kasus ini sekarang. Berbeda dengan kasus pembunuhan keji yang dilakukan oleh Yustinus Tanaem alias "Tinus Perkosa" atau "Tinus Perko" yang hanya 72 jam polisi langsung bekuk si Tinus.

Polisi Harus Update Tahapan Penyelidikan
Keluarga tentu sangat berharap pelaku pembunuhan kedua korban harus ditangkap dan dimasukan ke jeruji besi. Namun, hingga kini, belum ada titik terang yang memberi harapan, tentang kasus ini. Masyarakat tidak tahu, sudah sampai mana tahap penyelidikan polisi. Katanya sudah periksa 24 saksi, sita 1 linggis dan mobil, namun tidak ada keterangan lebih lanjut soal siapa saja, minimal berapa saksi kuncinya yang bisa menjadi kunci untuk membuka misteri pembunuhan itu, siapa yang bersama-sama dengan korban terakhir kali. Nama inisial BY, AR dan AB yang selama ini beredar hanya dari keluarga dan Tim Pencari Fakta Independen (TPFI) yang digawangi oleh Bung Buang Sine dan kawan-kawan. 
Jadi kita berharap, polisi terbuka dengan tahapan-tahapan penyelidikan kasus ini. Sudah sampai mana dan apa saja, serta siapa saja yang diselidiki.

Keterbukaan polisi Mencegah Informasi yang Bias dan Liar
Keterbukaan polisi terhadap kasus ini, sebenarnya bukan soal netizen penasaran atau tidak, tetapi bagaimana mencegah terjadinya bias informasi yang terus bergelinding liar di media sosial. Informasi ini bisa saja salah dan sangka buruk. Itu mungkin wajar karena kasus ini jadi perhatian publik. 

Namun, di sisi lain, polisi juga punya KEWAJIBAN MELINDUNGI dan MENGAYOMI sekaligus MENCEGAH masyarakat dari perbuatan-perbuatan yang melawan hukum. Seperti menuduh dan berburuk sangka dan seterusnya. Benar, kita semua harus tahan diri, tetapi kita juga berharap polisi bekerja keras, profesional dan terbuka untuk memberikan informasi kepada masyarakat, terutama keluarga korban, sudah pada tahap pada penyelidikan kasus ini. Salam!!!

Polisi Harus cepat
Polisi harus cepat tangkap pelaku, jangan sampai para pelaku menghilangkan barang bukti dan lain-lain. Kabar hilangnya terduga seorang pria yang diduga pelaku, akan sangat menyulitkan polisi dalam mengungkap kasus ini. Sebab itu, kerja cepat dan tepat dari polisi, wajib didukung dan diapresiasi, sebab untuk mencegah para pelaku kabur dan menghilngkan barang bukti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel