gg

Ini 15 Argumen Hukum Advokat Matheus Sare Kepada Polda NTT, No. 11 Akan Membuka Fakta Baru



Dari Papua untuk Astri & Lael.
Pro Justitia
Kepada Yth;
KAPOLDA NTT cq. DIT RESKRIMUM POLDA NTT
Di-
Kupang. 
Dengan hormat, 
Berdasarkan informasi & data elektronik yang beredar pada ruang publik melalui DUNIA MAYA (FB dll) atas dugaan TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN terhadap saudari ASTRI EVITA SUPRINI MANAFE dan Anaknya yang merupakan ANAK NEGARA RI an. LAEL MARCABELL (mohon maaf apabila nama Subyek Hukum dari Kedua KORBAN tidak sesuai) oleh saudara RB (MENYERAHKAN DIRI);

Bahwa oleh sebab itu selaku Pejabat Penegak Hukum Negara RI dengan Jabatan Advokat,  demi hukum patut memberikan Pendapat Hukum dalam perkara a quo pada pokoknya sebagai berikut;

1).  Bahwa Penetapan Tersangka terhadap saudara RB diduga Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP Tentang SENGAJA MELAKUKAN PEMBUNUHAN,  menurut hukum HARUS DIEVALUASI KEMBALI;

2). Bahwa mengingat,  Perkara a quo Telah Terjadi sejak bulan Agustus 2021 dan Terungkap pada bulan Desember 2021 setelah saudara RB diduga Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan MENYERAHKAN DIRI pada POLDA NTT atas DESAKAN PUBLIK melalui MEDIA SOSIAL;

3). Bahwa setelah sdr RB menyerahkan diri dan TIDAK LAMA KEMUDIAN telah ditetapkan sebagai TERSANGKA dengan SANGKAAN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP oleh PENYIDIK POLDA NTT;

4).  Bahwa menurut hukum Penetapan Tersangka terhadap saudara RB masih TERLALU DINI dan/atau PREMATUR;

5). Bahwa semestinya PENYIDIK POLDA NTT harus TERLEBIH DAHULU melakukan PENYELIDIKAN & PENYIDIKAN MENDALAM untuk MENCARI apa PENYEBAB HUKUM dan MOTIF HUKUM oleh saudara RB melakukan Tindak Pidana Pembunuhan;

6). Bahwa dugaan atas Penetapan Tersangka oleh PENYIDIK POLDA NTT terhadap saudara RB, HANYA MEMPERTIMBANGKAN AKIBAT HUKUMNYA saja yaitu Para KORBAN MENINGGAL DUNIA;

7). Bahwa menurut hukum Patut dipertimbangkan oleh PENYIDIK POLDA NTT pada saat Pembuktian di depan Persidangan terhadap Keterangan Terdakwa saja atau Pengakuan Terdakwa saja TIDAK CUKUP untuk MEMBUKTIKAN bahwa IA BERSALAH melakukan PERBUATAN yang DIDAKWAKAN kepadanya,  melainkan harus DISERTAI dengan ALAT BUKTI yang lain sebagaiamana dimaksud Pasal 189 ayat (4) KUHAP;
Bahwa terhadap Alat Bukti lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 KUHAP,  yaitu :
- Surat;
- Saksi (sekurang2nya dua orang Saksi);
- Keterangan Ahli;
- Petunjuk (Persesuaian Hukum antara Keterangan Saksi & Terdakwa di depan Persidangan yang akan dipertimbangkan oleh Hakim);

9). Bahwa oleh sebab itu apabila dalam perkara a quo,  TIDAK ADA SAKSI yang MELIHAT SENDIRI,  MENDENGAR SENDIRI dan MENGALAMI/MERASAKAN SENDIRI suatu dugaan Tindak Pidana Pembunuhan dilakukan oleh saudara RB,  maka menurut hukum PENYELIDIK atas Perintah PENYIDIK melakukan PENYELIDIKAN MENDALAM untuk mencari apakah sdr RB memiliki HUBUNGAN atau TIDAK;

10). Bahwa apabila ADA HUBUNGAN antara sdr RB dan Para KORBAN,  maka PENYELIDIK mencari SIAPA saja mengetahui hal tersebut, apakah meminta Keterangan dari KELUARGA KORBAN,  TEMAN KORBAN,  TETANGGA KORBAN atau dari KELUARGA dan TEMAN DEKAT Pelaku dan/atau SETIAP ORANG diduga Mengetahui Hubungan antara KORBAN dan PELAKU;

11). Bahwa selain itu PENYELIDIK pun harus melakukan PENYELIDIKAN untuk mendalami apakah sdr RB SEBELUM melakukan PEMBUNUHAN,  ADA KOMUNIKASI dengan KORBAN atau TIDAK?  Hal tersebut dapat diperoleh melalui Komunikasi Seluler,  Telepon, WhatsApp (WA),  SMS,  Email,  FB dll,  hal ini dapat diminta pada Pihak Operator Telekomunikasi (Telkom,  Telkomsel dan lain-lain) dan merupakan Kewenangan Penyidik Polri;

12). Bahwa ada PERISTIWA & FAKTA HUKUM yang menarik dalam Perkara a quo yaitu sdr RB setelah melakukan PEMBUNUHAN,  selanjutnya Para KORBAN di isi dalam KANTONG PLASTIK, MENGUBUR Para KORBAN;

13).  Bahwa oleh sebab itu PENYIDIK harus MENDALAMI, apakah KANTONG PLASTIK tersebut TELAH DISIAPKAN SEBELUMNYA atau TIBA-TIBA KANTONG PLASTIK DITEMUKAN di TKP?  Menurut Hukum LOGIKA HUKUM TIDAK TERPENUHI dan TIDAK RASIONAL jika DIPIKIR dengan AKAL SEHAT;

14). Bahwa terhadap GALIAN KUBUR tersebut,  apakah sdr RB sendiri atau ADA ORANG LAIN?  disebabkan menurut hukum apabila saudara RB MENGGALI KUBUR sendiri,  maka diduga TELAH DISIAPKAN dan DIRENCANAKAN sebelumnya;

15). Bahwa apabila DILAKUKAN PENGUBURAN pada saat itu juga,  maka TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN SENDIRI karena BUTUH WAKTU & TENAGA yang CUKUP sedangkan PERBUATAN sdr RB tersebut adalah MELAWAN HUKUM,  oleh karena itu BUTUH PERSIAPAN yang MATANG sehingga SUDAH DAPAT DIPASTIKAN sdr RB DIBANTU ORANG LAIN atau PIHAK LAIN;

Bahwa berdasarkan seluruh uraian tersebut diatas maka PATUT diduga sdr RB TELAH MERENCANAKAN SEBELUMNYA, maka sdr RB diduga TELAH MELAKUKAN PEMBUNUHAN BERENCANA  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHP dengan ANCAMAN HUKUM yaitu MATI,  SEUMUR HIDUP atau SEKURANG-KURANGNYA DUA PULUH TAHUN PENJARA;

Bahwa menurut hukum PATUT dipertimbangkan pula oleh PENYELIDIK POLDA NTT dalam perkara a quo terhadap KORBAN MATI adalah SEORANG PEREMPUAN dan SEORANG ANAK, maka Terhadap Anak DIJAMIN NEGARA RI melalui UU Nomor 35 Thn 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang PERLINDUNGAN ANAK;

Demikian Pendapat Hukum dari saya,  semoga BERMANFAAT dan DIPERTIMBANGKAN demi MEMBERIKAN RASA KEPASTIAN HUKUM,  KEADILAN HUKUM dan KEMANFAATAN HUKUM bagi KORBAN MENINGGAL DUNIA yaitu ASTRI EVITA SUPRINI MANAFE dan Ananda LAEL MARCABELL serta diduga PELAKU TINDAK PIDANA sdr RB dan juga bagi SETIAP WARGA NEGARA RI;


Jayapura,  6 Desember 2021 pukul 00.37 WIT
Hormat kami
Advokat & Konsultan Hukum
Ttd
Matheus Mamun Sare
Advokat
gg gg gg gg gg gg gg

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

gg

Iklan Tengah Artikel 2

gg

Iklan Bawah Artikel

gg