gg

Kontroversi Polda NTT: Semeja Dengan Randy dan Polisi Usir Wartawan Meliput

 



Setelah pra rekonstruksi pada Kamis, 16 Desember 2021, Randy dikabarkan makan bareng semeja dengan Polisi di ruang Reskrimum Polda NTT.  Hal itu disaksikan sendiri oleh kakak korban, Jekson Manafe. 

BACA JUGA: Hasil Otopsi: Astrid Sempat Berkelahi Dengan Pelaku

Akibat dari itu, Polda NTT pun mendapat keceman dari masyarakat luas. karena banyak yang menduga, Randy mendapat pelayanan istimewa oleh polisi. 



Bukan tanpa alasan, sebelumnya Randy juga dikabarkan mendapat "karpet merah" untuk bertemu Kapolda untuk mengakui perbuatannya telah membunuh Astrid dan Lael. 


Klarifikasi Humas Polda NTT
Setelah mendapat keceman publik, Polda NTT melalui HUms Polda NTT pun mengklarifikasi soal Randy makan semeja atau makan bareng dengan polisi. 


Dalam Akun Polda @humas_polda_ntt, disampaikan bahwa, Randy benar sedang duduk bersama dengan polisi setelah jalani pra rekonstruksi, namun hal itu karena Randy dalam perawatan, sebab kecapean setelah melakukan peranannya dalam pra rekonstruksi. Berikut ini, tangkapan layar klarifikasu Humas Polda NTT tentanf kabar Randy makan baren polisi di ruang Reskrimum Polda NTT.



Polisi usir dan Ancam Wartawan Yang Meliput
Setelah Pra Rekaulang Polisi buat gaduh dengan "undang" Randy makan semeja dengan polisi karena alasan kesehatan, kini Polda NTT "Ngeles" Lagi Soal Wartawan Dilarang Liput Reka Ulang Kasus Pengkase.

Diberitakan sebelumnya bahwa Keluarga dan Wartawan Dilarang Menyaksikan atau meliput Randy ketika peragakan adegan membunuh Astrid dan Lael.

Meski Polda NTT sebelumnya menyatakan reka ulang dilakukan secara terbuka, namun wartawan dan keluarga dilarang melihat dan mendekat. Jadi, tidak ada satupun adegan yang berhasil di rekam wartawan. 

Polisi membantah 
Setelah Ramai diberitakan, soal banya polisi yang ancam wartawan ketika ketikatambil gambar Kabid Humas NTT "ngeles" dan membela diri bahwa tidak ada kebijakan atau perintah kepada anggotanya untuk melarang wartawan untuk mengambial rekaman. menurutnya itu hanya salah paham anggota di lapangan.
gg gg gg gg gg gg gg

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

gg

Iklan Tengah Artikel 2

gg

Iklan Bawah Artikel

gg