gg

Ini Kesaksian Saksi Pembunuhan Ibu dan Anak Di Kupang, Korban Sempat Unggah Story Facebook

Kasus pembunuhan Astrid manafe dan Anaknya Lael, masih menjadi buah bibir dan berita yang terus membuat penasaran publik. Sebab, ada banyak yang masih menjadi misteri, meskipun Randy Badjideh sudah menyerahkan diri dan mengaku telah membunuh kedua korban. 



Diberitakan sebelumnya bahwa Polisi sudah memeriksa kurang lebih 24 saksi dan menyita beberapa barang bukti yang disinyalir ada hubungan dengan kedua korban. Saksi-saksi ini berasal dari keluarga dan juga teman-teman korban sejak SMA. 


Sebagaimana dilansir dari portalntt.com, salah satu saksi yang enggan menyebutkan identitasnya adalah sahabat korban sejak SMA di Rote, hingga saat ini. Ia menjelaskan bahwa dirinya mengetahui korban menghilang sejak setelah adanya informasi di grup WhatsApp Alumni SMA dari teman-teman seangkatan yang menyatakan bahwa korban dan anaknya menghilang dari rumah.


Saksi mulai mencurigai korban adalah jenazah yang ditemukan di Penkase itu berdasarkan adanya pemberitaan di media yang juga memuat foto pakian anak korban. Dimana pada akun Facebooknya, korban pernah memposting foto anaknya sedang mengenakan pakian yang persis dengan pakian yang ditemukan di TKP.


Kemudian saksi pun menelpon ayah korban untuk menanyakan kebenaran informasi tersebut, dan ayah korban menjawab saksi bahwa benar korban dan anaknya telah menghilang dari rumah setelah terakhir dijemput salah seorang teman pada tanggal 27 Agustus 2021 lalu.


Saksi juga menjelaskan bahwa benar pada Malam, tanggal 27 Agustus 2021 itu Korban bersama salah seorang teman wanita yang juga dikenali oleh saksi, berada di rumah milik teman lelaki mereka yang sesama alumni SMA. Informasi yang diperoleh Saksi dari dua temannya (A dan B) yang saat itu bersama korban, menjelaskan bahwa pada saat di rumah temannya, korban sempat ditelpon oleh seseorang. Lalu korban bersama anaknya pun pergi dari tempat tersebut tanpa memberitahu kedua temannya kemana tujuannya.


Sementara itu, setelah korban dan anaknya pergi. Diketahui saksi sempat memposting foto anaknya di Story Facebook-nya korban, namun gambar foto anaknya terlihat blur (tidak terlalu jelas).

“Waktu dia (AM) hilang tuh, dia sempat kasi naik story foto ini anak (L). Tapi foto blur, kesannya kayak foto buru-buru begitu. Beta pung kawan sempat screenshot itu story. Tapi setelah screenshot itu story, langsung dia (AM) hapus itu foto dari Story,” ungkap seorang Saksi yang enggan menyebutkan identitas dirinya.


Sejak saat itu pun AM bersama anaknya L sudah hilang kontak dari keluarga maupun temannya, dan sejak saat itu pun tidak diketahui lagi dimana keberadaan mereka berdua sebenarnya. Sumber: portalntt com

gg gg gg gg gg gg gg

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

gg

Iklan Tengah Artikel 2

gg

Iklan Bawah Artikel

gg