gg

Asas-asas Kewarganegaraan Indonesia



Selama ini kita mengenal asas-asas kewarganegaraan Indonesia terbatas pada asas ius sanguinis dan asas ius soli. Namun kenyataannya, Indonesia mengakui empat asas kewarganegaraan yang menjadi acuan dalam menentukan status kewarganegaraan seseorang.
Mengutip buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang ditulis oleh Nuryadi dan Tolib, asas kewarganegaraan adalah dasar berpikir dalam menentukan masuk tidaknya seseorang dalam golongan warga negara dari suatu negara tertentu.
Status kewarganegaraan Indonesia sendiri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006. Ketetapan tersebut membahas syarat seseorang menjadi warga negara, asas kewarganegaraan, dan penyebab hilangnya kewarganegaraan Indonesia.

Asas-asas Kewarganegaraan Indonesia

Mengutip buku Hukum Kewarganegaraan Republik Indonesia yang ditulis oleh Isharyanto, terdapat empat asas yang diakui oleh Indonesia sebagai berikut:

  1. Asas ius sanguinis, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan negara tempat dilahirkan.
  2. Asas ius soli secara terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran, yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur undang undang.
  3. Asas kewarganegaraan tunggal, yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang.
  4. Asas kewarganegaraan ganda terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang.
  5. Asas-asas tersebut mengutamakan salah satu asas dengan tidak mengabaikan asas yang lain. Misalnya, mengutamakan asas ius sangunis dengan tidak mengabaikan asas ius soli. Pun begitu sebaliknya, mengutamakan asas ius soli dengan tidak melalaikan asas ius sanguinis.

    Asas Khusus Kewarganegaraan Indonesia

    Selain asas di atas, beberapa asas khusus juga menjadi dasar penyusunan undang-undang tentang kewarganegaraan. Berikut jenis asas lainnya menurut buku Hukum Kewarganegaraan Republik Indonesia.
    1. Asas kepentingan nasional adalah asas yang menentukan bahwa peraturan kewarganegaraan akan mengutamakan kepentingan nasional Indonesia, yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara kesatuan yang memiliki cita-cita dan tujuannya sendiri.
    2. Asas perlindungan maksimum adalah asas yang menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh kepada setiap Warga Negara Indonesia dalam keadaan apa pun, baik di dalam maupun luar negeri.
    3. Asas persamaan di dalam hukum dan pemerintahan adalah asas yang menentukan bahwa setiap Warga Negara Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan.
    4. Asas kebenaran substantif adalah bahwa prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    5. Asas nondiskriminatif adalah asas yang tidak membedakan perlakuan dalam segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar suku, ras, agama, golongan, jenis kelamin, dan gender.
    6. Asas pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia adalah asas yang dalam segala hal ihwal berhubungan dengan warga negara harus menjamin, melindungi, dan memuliakan hak asasi manusia pada umumnya dan hak warga negara pada khususnya.
    7. Asas keterbukaan adalah asas yang menentukan bahwa dalam segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara harus dilakukan secara terbuka.
    8. Asas publisitas adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan kewarganegaraan Indonesia diumumkan dalam berita Negara Republik Indonesia agar masyarakat mengetahuinya.
gg gg gg gg gg gg gg

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

gg

Iklan Tengah Artikel 2

gg

Iklan Bawah Artikel

gg