Aniaya Anak Di Bawah Umur, Wanita Cantik Di Kupang Ini Terancam Natalan Di Bui

 


Kasus penganiayaan terhadap seorang anak perempuan yang diduga dilakukan oleh ibu dan anak di Kupang, berbuntut panjang karena korban sudah melaporkan kejadian itu ke polisi. 


Diberitakan sebelumnya, bahwa Video pengroyokan seorang gadis berinisial YAL oleh seorang ibu dan puterinya di Kota Kupang yang terjadi pada 10 November 2021 lalu hingga kini masih ramai diperbincangkan di media sosial. (BACA SELENGKAPNYA >>> DISINI)





Netizen mengecam tindakan tidak terpuji dari si ibu dan anak. Selain, menganiaya korban, si wanita itu juga juga melontarkan makian dan hinaan serta merendahakan yang dapat dikategorikan Kekerasan Verbal kepada korban. (BACA SELENGKAPNYA >>> DISINI)


Laporan Tertulis Telah Keluar dan Belum Ada Penahanan

Laporan tertulis korban YAL bernomor polisi LP/B/711/X/2021/SPK/Polres Kupang Kota/Polda Nusa Tenggara Timur,  telah dilayangkan kepada Pihak Kepolisian Resort Kupang  Kota namun belum ada tindak lanjut untuk penahanan para pelaku. 


Diancam Pasal Berlapis
1. UU KUHP: Pasal 170 ayat (1): “Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.” 

2. Pasal Penganiayaan

Pasal 351 KUHP: (1) Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,–.



3. Pasal Merendahkan Martabat Orang Lain (Anak) 
Karena pelaku merendahkan korban dengan kata-kata, "Kau punya harga diri, lebih rendah dari saya punya sendal. Maki-maki dengan kata anj***, (BACA SELENGKAPNYA >>> DISINI) maka pelaku bisa saja melanggar Pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) 

Sebab dalam dalam praktiknya, jika ada seseorang yang menghina seorang anak, maka ia diadili berdasarkan ketentuan dalam Pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi:

 

“Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.” (Sumber: hukumonline.com)


BACA JUGA: Begini Ceritanya, Istri Di Kupang Bayar Perawan Untuk Suaminya Yang Kelainan Seks

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

gg

Iklan Bawah Artikel