Polisi Di Kupang Aniaya Warga Sipil Di Gereja, Kepala Korban 38 Jahitan




Pada Jumat (12/11) Penganiayaan terjadi di gereja Koinonia Kuanino Kota Kupang terhadap seorang pria bernama Cornelis Jakobus Pasumain (CJP) yang melibatkan "tiga orang Ndolu", yakni, Marthen Ndolu, Dance Ndolu dan Mikel Ndolu. Akibat dari penganiaayn itu, korban CJP mengalami luka cukup parah pelipis dan bawa mata kanan, yang akhirnya harus dijahit sebanyak 38 jahitan luka robek pada bagian pelipis dan bawa mata kanan.

Sebagai informasi, Marten Ndolu adalah Anggota Polair Polresta Denpasar, Bali, sementara Aparatur Sipil Negara di Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora). Marthen dan Dance merupakan dua saudara kandung, Sedangkan, Mikel Ndolu adalah keponakan mereka.


“Saat dijahit itu, saya ngobrol dengan perawat, (menurut perawat yang menjahit luka CJP, red) untuk mata bagian (kanan) bawa ini, jahit luar dalam. Yang bagian dalam 8 jahitan, yang bagian luar 20 jahitan. Yang atas (pelipis, red) itu bagian dalam 4 jahitan, bagian luar 6 jahitan. Jadi total 38 jahitan. Saat mereka pukul saya, dijarinya itu (Marten Ndolu dan Dance Ndolu) ada cicin akik,” tegasnya.
Demikian disampaikan CJP, (korban penganiyaan Trio Ndolu, red) dalam siaran persnya di Resto Palapa pada Minggu (14/11/2021).


Kejadian itu terjadi di hari pemberkatan nikah Keponakan korban bernama Novi Ndolu di GMIT Koinonia Kota Kupang. Korban pada saat itu hadir bersama kakak perempuannya yang merupakan ibu kandung dari Novi, namun kakaknya itu sudah pisah dengan ayah Novi berinisial BN.


Karena itu, Korban menduga, motif penganiayaan terhadap dirinya lantaran "trio Ndolu" tidak berkenan dirinya dan kakak perempuannya (ibu kandung Novi Ndolu) hadiri acara pernikahan Novi Ndolu. “Mereka tidak mau keluarga Pasumaing untuk hadir, Padahal kami, kakak perempuan saya (Joice Pasumaing, red) adalah ibu kandung dari Novi sang pengantin wanita, red),” bebernya.

Menurutnya, kehadiran mereka adalah wujud restu dari ibu kandung Novi yang walaupun sudah pisah dengan suaminya alias ayah kandung novi.


Kronologi Penganiaayaan
Sebagaimana dilansir dari spektrumntt.com, Setelah kebaktian, ia dan Joice Pasumaing keluar menuju mobil di parkiran belakang gereja untuk pulang. Sesampainya di luar, salah seorang keponakannya bernama Marisa Ndolu (adik dari Novi Ndolu dan merupakan anak nomor 2 dari Joice dan BN, red) dihadang oleh Marten Ndolu dan memerintahkan CJP untuk membawa pulang Joice Pasumaing. Lalu (Marthen Ndolu) berjalan ke belakang (parkiran, red) dan menemui CJP serta menunjuknya dengan mengatakan, "lu bawa pulang kakak lu dari sini.”

CJP pun saat itu menjawab, "ya kita akan pulang.” CJP langsung berjalan ke mobil. Di parkiran tersebut, menurut CJP, terjadilah pertengkaran antara Marthen Ndolu dengan Joice Pasumaing. CJP berusaha menenangkan baik Joice Pasumaing maupun Marthen Ndolu saat itu, dan meminta agar kakaknya masuk ke mobil supaya mereka segera pulang.

Saat dirinya menghalau Dance Ndolu dari niat menyerang Joice Pasumaing kakaknya, datanglah Marten Ndolu dan memukuli dirinya pada bagian wajah. Lalu diikuti Dance Ndolu adiknya. “Selanjutnya, saat mereka semua serang saya, saya tunduk. Saat tunduk, datang ponakan dia nama Mikael Ndolu tendang saya dan pukul saya lagi sampai saya tersungkur,” bebernya.

Setelah dipukuli, lanjutnya menceritakan, dirinya tidak ada niat untuk melawan. Ia langsung berpikir untuk melaporkan saja kasus tersebut ke Polda NTT. “Jadi saat itu juga saya langsung ke Polda NTT untuk melaporkan kejadian itu. Saya sudah lapor ke Reskrim Polda NTT dan Bamidal, saya juga sudah visum,” ujarnya.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

gg

Iklan Bawah Artikel