Diduga Kuat, Bayi Lael D1bunnu* Dengan Cara Lehernya D1p0t0ng Lalu Dikubur

 




Misteri penemuan mayat ibu (30) dan anak  (1) kini terbuka sudah.  Diberitakan sebelumnya, operator Exavator penggalian SPAM Kali dendeng Di Kelurahan Pengkase Oeleta secara tidak sengaja menemukan kedua jazad itu ketika dirinya menggali tanah di lokasi proyek itu.

Pengakuan Keluarga Korban (Lael) Sebelum Hasil DNA Keluar
"Bisa pastikan bahwa itu adalah kukunya, kakinya, tanganya, giginya. Kalo si Bayi, tangan dan kakinya masih utuh, tapi leher sudah tidak ada. Dalam kantong, kepalanya masih ada tapi sudah terlepas,” ungkap SM. 
Dari pengakuan keluarga korban di atas, maka diduga kuat, anak itu dibunuh dengan cara leher dipotong. karena tidak mungkin, leher terlepas dari badan, padahal baru dikubur sebulan. 





Kronologi hilangnya korban dan Anaknya
Kaka korban bernama Jack M (45) mengaku adik perempuan beserta keponakan laki-lakinya hilang.

Dilansir dari www.dirgtara.com, Jack menyebut adik Astrid (30) dan Keponakannya Lael berusia 1 tahun, pergi dari rumah orangtua mereka sejak 27 Agustus 2021 sekitar pukul 20.00 Wita atau 8 malam.

Astrid mengenakan baju kaos putih, celana pendek jeans dan memakai tas samping. Sementara L dengan celana rajutan, topi putih kotak-kotak merah, jaket jeans dan baju biru. Rambut gondrongnya dikucir.



Menurut Jack, Astrid dan L dijemput AR(30), teman dekat Astrid. Sebelum berangkat, AR sempat pamit ke ibu Astrid, mengaku hanya ingin jalan-jalan.



LIHAT Vidio Kenangan Bayi Lael Yang Dibunuh Bersama Ibunya >>> KLIK DISINI




Jack mendapat informasi bahwa AR membawa kedua korban ke kamar kos BY di belakang Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang. 

Saat berada di kos BY, seorang pria menelepon dan menjemput kedua korban dengan mobil. Jack menduga adik dan ponaannya dijemput R yang adalah mantan pacar korban dan ayah bilogis Lael.

"Kami putus komunikasi dengan Aastrid sejak akhir Agustus hingga ada berita penemuan jenazah ibu dan anak pada akhir Oktober lalu," ujar Jack.

Jadi, AR, BY dan R seharusnya menjadi saksi kunci untuk menggali keterangan korban kemana dan buat apa dengan siapa. Sebab mereka yang terakhir kali bersama-sama dengan korban.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

gg

Iklan Bawah Artikel