Terungkap, Motif Pembunuhan Kakek Di Rote, Korban Dituduh Tukang Suanggi



Setelah buron selama 1 tahun 28 hari, akhirnya Satreskrim Polres Rote Ndao berhasil mengungkap dan menangkap terduga pelaku Pembunuhan Zakarias Nalle. Ketiga Pelaku itu adalah JP alias Ivon (46th) warga Desa Oelasin, GB alias Got (45th) warga Desa Oelasin, IL alias Is (44th) warga Desa Sanggandolu.

Sesuai dengan Jumpa Pers yang dipimpin oleh Kapolres Rote Ndao, AKBP. Felli Hermanto, S.IK, M.Si pada Sabtu (30/10/2021) pagi, di Mapolres Rote Ndao, dijelaskan bahwa para Pelaku nekat membunuh Zakarias karna menuduh Zakarias adalah seorang Tukang Suanggi (Santet).

“Para Pelaku sudah ditangkap oleh Tim Satreskrim Polres Rote Ndao dan di tahan di Mapolres Rote Ndao sejak 28 Oktober 2021. Motifnya pembunuhan ini adalah, Korban dituduh sebagai tukang suanggi (Santet),” ungkap AKBP. Felli Hermanto, Kapolres Rote Ndao.


Kronologi Pembunuhan Di Rote

Sebagaimana dilansir dari ekoranntt.com, pada, Kamis (1/10/2020) lalu, sekitar jam 06.00 (WITA), warga Dusun Fau di Desa Oelasin, Kec. Rote Barat Daya dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat lelaki yang tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan Dusun Fau .

Hasil pemeriksaan Polres Rote Ndao, ternyata sosok mayat lelaki itu adalah ZN alias Zakarias Nalle yang juga adalah Warga Desa Oelasin yang kala itu berusia 74 tahun. 

Pada saat Jumpa Pers tersebut, Kapolres Rote Ndao juga menguraikan kronologi kasus pembunuhan tersebut. Dimana pada malam 1 Oktober 2020 lalu, korban Zakarias Nalle dalam perjalanan pulang dari Rumah Duka seorang warga di Dusun Fau, Desa Oelasin, Kec. Rote Barat Daya.

Dalam perjalanan pulang menuju rumahnya, korban tiba-tiba diserang oleh pelaku Ivon dari arah belakang menggunakan sebilah parang yang tepat mengenai bagian belakang kepala korban hingga membuat korban langsung jatuh dengan posisi berlutut.

Pada saat itu, Korban masih sempat bertanya pada Pelaku Ivon, “Beta salah lu apa ?”. Lalu pelaku Ivon menjawab ” Lu yang suanggi Beta pung anak “. Saat itu korban sudah terjatuh kesamping kanan jalan. Lalu datanglah Pelaku IS dan menyayat/melukai bagian dahi korban dengan sebuah pisau sebanyak satu kali.

Setelah korban sudah tak bernyawa, Pelaku IS dan GOT serta Ivon mengangkat dan memindahkan mayat korban ke sisi kiri Jalan raya, tempat korban ditemukan. Kemudian para juga mengancam saksi DB, GB dan YB. Dan pelaku Got menyuruh saksi YB mengambil sepeda motor untuk mengantarkan Saksi DB pulang ke rumahnya.

Sesuai dengan hasil visum luar dari pihak Medis Puskesmas Batutua pada 1 Oktober 2020 lalu, pada tubuh korban dipastikan korban meninggal karna benda tajam dengan terdapat luka pada bagian dahi kanan, 2 luka terbuka pada bagian belakang kepala dan luka terbuka pada bagian punggung korban. *sumber:ekoranntt.com


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

gg

Iklan Bawah Artikel