Tak Seagama Tapi Lebih Mukmin



TAK SEAGAMA TAPI LEBIH MUKMIN

Kira-kira 4 tahun silam sekitar pukul 7 malam dalam perjalanan menuju rumah teman saat melintasi sebuah lorong kecil saya menemukan seorang wanita renta dengan pakaian lusuh dan beraroma pesing depan sebuah rumah menatap saya dengan mata nanar. 

Sepintas terlihat seperti orang gila tapi akal saya membantah dugaan itu dan mendorong saya untuk menganalisa situasi, waktu dan lokasi sekitar. 

Kebetulan rumah teman saya tak jauh dari situ. Segera saya bergegas mempercepat langkah untuk menanyakan ikhwal wanita malang itu kepadanya. 

"Dia diseret dan dibuang oleh keponakannya," jawabnya atas pertanyaanku sesaat setelah menyapanya. 

Saya menduga wanita tak bersuami dan tak punya anak itu karena sudah tua dan lemah itu mungkin tak bisa melakukan aktivitas pribadinya seperti buang air tanpa bantuan orang yang selalu siap mendampinginya. 

Kata temanku, semula dia tinggal di rumah yang kini dia duduk depan berandanya. Keponakannya tak bisa membantunya setiap saat karena sudah berkeluarga dan kerja.

Akibatnya, rumah itu jadi kotor dan beraroma pesing. Apapun alasannya, Perbuatan keponakannya itu tak manusiawi. Mestinya dia mencari solusi untuk itu.

Rencana ngobrol malam minggu dengan teman di rumahnya bubar. Dengan pesimisme (karena libur) saya iseng menulis cuitan singkat kejadian tersebut dan alamatnya dengan mention Dinas Sosisl DKI dan akun resmi Gubernur.

Di luar dugaan, selang kira-kira dua jam, 4 orang berseragam pegawai Pemprov DKI datang ke TKP. "Cuitan Bapak dibaca Pak Ahok dan langsung menyuruh kami segera datang untuk terjun ke alamat yang Bapak cantumkan," ujarnya kepada saya setelah bertegur sapa.

Selanjutnya para petugas Dinsos itu melakukan semua hal yang diinstruksikan dengan telaten dan sigap mulai dari memandikan, mengganti pakaiannya dengan pakaian baru dan memberinya makan lalu membawanya ke panti jompo dalam mobil yang telah disiapkan.

Selama beberapa saat saya terdiam membayangkan keluhuran manusia tak seagama itu. Saya yakin dia lebih mukmin dari saya. Agama adalah organisasi formal keyakinan. Iman adalah cermin prilaku dan tindakan.

- Regrann from: Muhsin Labib, 4- oct-2019. ✍️

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

gg

Iklan Bawah Artikel