Entah Apa Sebabnya, Jokowi Tidak Pernah Benar Di Mata Pigai




TAK KUASA MENAHAN AIR MATA

"Jokowi-Ganjar istiwewa walau direndahkan, sedangkan Natalius Pigai hanya pecundang."

Tak seperti biasanya, selama ini penulis bisa selalu menahan diri ketika melihat atau mendengar kaum dari golongan pendengki yang tuna wawasan menghinakan dan memfitnah Presiden Jokowi dan jajarannya yang bekerja dengan sangat baik. Kali ini rasa sakit itu menyesakkan dada atas hinaan, dan fitnah yang dilakukan oleh Natalius Pigai.

Betapa tidak, seorang Pigai yang pecundang bukan siapa-siapa di negeri ini, karena tak pernah terdengar memiliki prestasi, dan kontribusi bagi negeri ini nihil, kerap kali nyinyir yang sama sekali tidak berdasar. Yang terkini dengan ringannya merendahkan orang Jawa Tengah, yang tentu sebagai salah satu putra Jawa Tengah, penulis sangatlah tersinggung.


Lebih khusus lagi memfitnah Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang dianggap 'Merampok Kekayaan Papua,' membunuh rakyat Papua, injak-injak harga diri bangsa Papua, dan sebagainya. Padahal seperti kita ketahui bahwa Papua selama ini seolah dianaktirikan, dan baru di era Presiden Jokowilah Papua dibangun secara luar biasa, dan setidaknya nyata di PON XX 2021 ini.


Tengoklah, Presiden Jokowi sudah 14 kali mengunjungi Papua, dan itu tidak dilakukan oleh para pendahulunya, bahkan oleh yang berkuasa selama 32 tahun sekali pun. Beruntunglah Pigai lakukan ini di era Jokowi yang tak pendendam, sehingga ulah buruknya bisa diabaikan, dan lebih memilih untuk fokus membangun negerinya, karena waktu yang tersisa tidaklah banyak, yakni hanya 3 tahun lagi.

Begitu pun Ganjar tak membalasnya, apalagi melaporkan kepada Kepolisian, tapi justru mendoakan agar Pigai sehat. Akhirnya penulis pun terobati dengan kerennya seremoni PON XX Papua 2021, yang resmi dibuka oleh Presiden Jokowi langsung yang nampak sangat semangat dan bahagia. Hingga rasa haru begitu mengguncang dada penulis.


Namun ada yang lebih membuat penulis tak kuasa menahan air mata. Pertama ketika seorang Rohaniwati Katolik, Suster Alexia DSY dari Panti Asuhan Putri Kerahiman Sentani Papua berteriak dari tepi jalan memanggil Presiden Jokowi: "Bapaaaak.. Bapak" dan Presiden Jokowi beserta rombongan pun berhenti, lalu menyapa dengan senyum lembut penuh kebapaan (lihat video kiri bawah).


Yang kedua, ketika acara pembukaan PON XX Papua 2021 yang menampilkan seluruh budaya khas Papua yang dikemas dengan sangat menarik sekali. Namun pada satu sesi ketika salah satu anak Papua memanggil Presiden Jokowi untuk turun ke lapangan bermain bola bersama mereka, dan Presiden Jokowi pun turun lalu bermain bola, gemuruh yang hadir memberikan tepuk tangan sambil berdiri.


Tak terasa air mata tak kuasa dibendung 

Yang ketiga, Presiden Jokowi tetap menyebut stadion megah bertaraf international di Papua yang baru diresmikannya sebagai 'Istora Papua Bangkit,' dus bukan Stadion Lukas Enembe, ini sangat mungkin agar bisa jadi penyemangat warga Papua untuk semakin bangkit mengejar ketertinggalan dari provinsi lainnya. Tentu akan sangat berbeda bila namanya Lukas Enembe yang terlalu personal dan bukan sosok pahlawan yang harus dikenang warga.


Kami cinta Papua..
Kami cinta persatuan dan perdamaian..

Putra Jawa Tengah: Wahyu Sutono 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel