Satu Jemaah Ditipu Chintia de Fretes, Pindah Agama Ngaku Pdt, Padahal Terduga "Penipu" Arisan Online Dan Lari Tinggalkan Suami dan Anak-anak

Sedang heboh dan viral, ada seorang wanita yang berparas cantik, pindah agama.  Perlu diingat, sebenarnya masalah pindah agama bukan suatu persoalan karena itu ranah pribadi orang. Yang dipermasalahkan Netizen adalah ketika ia, Chintia de Fretes, mengarang cerita tentang dirinya. 

Chintia De Fretes mengaku di hadapan jemaah, bahwa ia dulu seorang pendeta di agama lamanya. Pengakuannya itu disiarkan dalam Chanel Chale Tianotak dengan judul "Hidayah Suara Azan, Pendeta Cantik di Maluku Jadi Mualaf."



Lihat Vidio Kebohongan Chintia de Fretes Di Chanel Chale Tianotak 

Klik 
  DISINI Atau DISINI

Dalam deskripsi vidionya Chale Tianotak menuliskan, begini: "Chintya de Fretes adalah salah satu dari sekian banyak orang non muslim menjadi mualaf. Chintya adalah seorang pendeta yang sering memimpin jamaah di salah satu gereja di Kabupaaten Maluku Barat Daya (MBD) yang mendapat mukjizat itu.
Chintya, pendeta berdarah Belanda itu memilih menjadi mualaf (masuk islam) di Bumi Seram Bagian Timur di masjid Desa Fatollo Kecamatan bula, pada hari Jumat 15 Oktober 2021 usai para jamaah sholat jumat melaksanakan sholat.
Sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat, di hadapan para jamaah sholat jumat dan sekretaris Majelis ulama Indonesia Kabupaten Seram Bagian Timur, Pendeta berdarah belanda itu menjelaskan ketertarikannya masuk islam karena baru pertama mendengar suara azan yang di kumandangkan dari masjid saat ia bertugas di kota ambon pada tahun 2020 lalu.Kini Chintya De Fretes bernama Siti Rahma Fadilah".


Kebohongan Chintia de Fretes Terbongkar

Namun, ternyata ada orang yang sebelumnya kenal baik bahkan tetangga Chintia, yakni  June Carmen Noya, Lisa Salakay, Thosy Pattipellohy. Kemudian ketiga orang itu membongkar kebenaran di balik cerita palsu Chintia de Fretes. Ternyata Chintia bukan pendeta. Hanya suaminya yang pendeta, bukan Chintia.

Chintia pernah tersandung kasus penipuan yakni penipuan arisan online, perselingkuhan. Karena perselingkuhan itu, ia terancam diceraikan oleh suaminya, namun, belum sempat bercerai, ia sudah pergi meninggalkan suami dan dua orang anaknya.  

Berikut ini komentar June Carmen Noya, Lisa Salakay, Thosy Pattipellohy yang membongkar kebohongan Chintia de Fretes.

BACA JUGA: Denny Siregar: Kereta Cepat Buat Apa?

Yang pertama komentar dari June Carmen Noya, "Saudara-saudaraku yang muslim. Saya selaku orang kristen, sama sekali tidak mempermasalahkan dia pindah agama, karena memang itu adalah hak dia dalam memeluk agama. Jangan mudah percaya sama perempuan ni. Saya kenal dia, Dulu kami berjemaat bersama di salah satu gereja. Apa yang dia bilang tidak semuanya benar. Ayahnya bukan orang Belanda. Dia bernama Chintia de Fretes. Dia bukan seorang pendeta tapi suaminya yang pendeta. Dia berpisah dan belum ceral. Dia meninggalkan suami dan dua orang anak di Tenggara. Dia punya banyak kasus antara lain perselingkuhan dan penipuan Arisan Barang Online. Saya berharap dengan masuk islam dia bisa berubah yah seperti yang dia sampaikan.. Semoga Tidak ada lagi korban yang lain". Tulis June Carmen Noya dalam kolom komentar.


BACA JUGA: Surat Cinta Dari Sang Ibu: "Anakku... Bila Aku Tua"



BACA JUGA: Terekam Kamera: Detik-detik Guru Remas Payud4ra Siswi Di Kelas


Lisa Salakay pun membenarkan komentar June, "Betul sekali Dia bukan pendeta. Yang pendeta adalah suaminya. Saya kenal orangnya juga keluarganya, Saya tinggal sekampung Sama Dia Dan keluarganya". Komentar Lisa Salakay. 

Komentar June dan Lisa di atas, diperkuat lagi oleh komentar Thosy Pattipellohy seperti di bawah ini, "Suaminya bertugas di daerah kami, di Selaru tepatnya di desa Lingat, tetapi karena melakukan perselingkuhan, akhirnya dia meninggalkan suami dan dua orang anaknya. Dia bukan pendeta". Tulis Thosy


BACA JUGA: Luhut Tentang Istrinya: "Dia Wanita Terhebat, Batal Jadi Profesor Demi Aku Dan Anak-Anak"


Lihat Vidio Kebohongan Chintia de Fretes Di Chanel Chale Tianotak 
Klik 
  DISINI Atau DISINI



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

gg

Iklan Bawah Artikel