Miris, Uang 20 Miliar Untuk Altet NTT, Tapi Mereka Tanggung Biaya Sendiri


Sebagaimana dikutip dari laman CNN Indonesia, peristiwa atlet NTT peraih medali emas di PON Papua pun turut membuat anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat ikut berkomentar.

Rumat menganggap peristiwa penjemputan itu jauh dari kesan penghargaan terhadap atlet yang telah mengharumkan NTT di ajang PON.

“Kami sangat sesalkan peristiwa penjemputan ini dan ini memalukan karena prestasi anak NTT tidak diperhatikan oleh pemerintah NTT,” ucap Rumat.

Rumat lalu menyinggung bahwa NTT telah punya alokasi dana sebesar Rp20 miliar yang diperuntukkan bagi kebutuhan kontingen di PON Papua.

“Patut dipertanyakan dan patut diduga anggaran yang telah disepakati itu ada di mana,” tutur Rumat.


Sementara itu, Ketua Umum KONI NTT Andre Koreh menyatakan kepulangan Susanti Ndapataka dan sang pelatih tanpa koordinasi sehingga mereka terpaksa naik mobil pick up.

“Kepulangan dari atlet seharusnya diketahui oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi NTT sebab mereka yang mengelola dana hibah PON.”

“Semestinya KONI yang kelola anggaran PON, tapi kemudian diambil alih sesuai kebijakan Pemprov. Katanya, selama ini kurang tepat dikelola KONI,” ujar Andre yang saat ini berada di Papua.


Andre lalu menekankan bahwa Pemprov juga tidak pernah berkoordinasi dengan KONI soal penjemputan atlet. Kehadiran beberapa pengurus KONI NTT saat penjemputan atlet muaythai NTT juga disebut hanya inisiatif pribadi.

“Bagaimana mau koordinasi, nama saya saja tidak tercatat dalam daftar kontingen PON NTT sebagaimana SK Gubernur NTT tentang Kontingen Provinsi NTT pada PON XX Papua. Padahal saya Ketua Umum KONI NTT,” tutur Andre. (Sumber: CNN Indonesia


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel