Anak Menteri Risma Gagal Seleksi Pegawai PDAM, Tetapi Nyante Wae, Gak Mengadu Ke Ibunya, Apa Lagi Ke Komnas HAM



SATU LAGI CONTOH NYATA
"Besar Hati Tak Lolos Seleksi"

Setelah Kahiyang Ayu yang besar hati tak lolos seleksi CPNS, kini Fuad Benardi yang tak lolos seleksi Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya karena terganjal usia.

Fuad pun tak lantas menyurati Wali Kota Surabaya atau Gubernur Jawa Timur, apalagi hingga ke Presiden. Juga tak mengadu ke Komnas HAM, atau ajukan uji materi ke Mahkamah Konstitisi, atau protes ke DPR untuk merevisi undang-undangnya.

Tidak juga meminta bantuan mahasiswa demo untuk membelanya agar diangkat menjadi Direksi PDAM. Pun tak mengadu atau menggunakan nama besar sang ibunda yang Menteri Sosial. Lalu Tri Rismaharini sang ibunda, marah-marah kepada PDAM.

Putra dari Tri Rismaharini ini katakan legowo atau besar hati. Karena itu memang aturan yang harus dipatuhi. Fuad gagal masuk seleksi pendaftaran direktur pelayanan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PDAM Surabaya, karena aturan pembatasan usia yang minimal 35 tahun, sedangkan Fuad berusi 31 tahun.

Padahal sebagai milenial, Fuad memberanikan diri mendaftar seleksi direktur pelayanan PDAM Surabaya, karena ingin menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi perkembangan serta kepentingan masyarakat luas. Menurutnya jika pelayanan PDAM dikemas dengan teknologi digital akan mempermudah sekaligus meringankan beban PDAM: 

’’Saya ingin memberikan warna pada PDAM sesuai apa yang saya ketahui soal pelayanan dengan tujuan untuk mempermudah lewat sentuhan teknologi."

Itulah contoh milenial yang cerdas, bijaksana, dan tahu menempatkan diri. Bahkan ia justru katakan: "Aturan harus ditegakkan kepada siapa pun tanpa pandang bulu."

Selain itu ia ingin memberikan contoh kepada generasi muda, khususnya Surabaya untuk berani tampil di bidang profesional. Harapannya para generasi milenial berani maju dan tampil, tentunya dengan kualitas dan kemampuan yang mumpuni pula.

Fuad pun berpesan kepada generasi muda untuk tak mudah patah arang jika mengalami kegagalan: ’’Jangan pernah putus asa. Gagal itu biasa. Mengutip kata bijak Bung Karno, jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya."

"Milenial cerdas, berwawasan kekinian, bijaksana, dan memiliki nasionalisme, kini yang dinanti bangsa ini"

Oleh: Wahyu Sutono 

Salam NKRI Gemilang 🇮🇩

https://youtu.be/PHjSRppStF4

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel