Ontosoroh Dan Risma, Si Pencabik Birokrat Bermental Kolonial



ONTOSENOWATI
----------
Pemimpin perempuan yang berani menyalak tegas pada anjing-anjing birokrasi-pns yang bermental angkuh sesuka hati, seperti lagaknya para sinyo dan noni zaman kompeni, yang suka menyusahkan wong cilik, yang suka berbelit-belit atasnama birokrasi.

Tidak ada yang salah dengan yang namanya ngamuk, apalagi berhadapan dengan orang bebal yang suka menyeleweng sesuka hati.
Sejak dulu dalam falsafah Jawa pun dikenal Ngalah Ngalih Ngamuk. Jadi ngamuk pada konteks semestinya itu bukan sesuatu yang buruk dan bukan pula penanda intelektualitas atau spiritualitas yang rendah.



Sebaliknya sikap lemah lembut, gemulai, anteng-anteng kalem itu tidak otomatis penanda tingkat intelektualitas dan spiritualitas yang tinggi, malah bisa jadi semata penanda kepengecutan, kemunafikan, dan ketidakpedulian terhadap nasib liyan.

Maka menyoal Bu Risma yang dikenal sebagai sosok pejabat temperamen ini, jika sekilas mengumpamakan, dalam Tetralogi Pulau Buru, Bung Pram pernah menghadirkan wanita pemberani dan temperamen bernama Nyai Ontosoroh (mengingatkan pada nama wayang "Ontoseno" yang berkarakter pemberani, lugas, dan bloko suto), kiranya tokoh Nyai Ontosoroh itu di zaman ini sudah tergambar nyata dalam pribadi Bu Risma, setidak-tidaknya dalam spirit keberanian dan kelugasannya sebagai perempuan.



Jika Nyai Ontosoroh perempuan pribumi yang seorang diri berani menuding muka para hakim Belanda di pengadilan dan menujukkan kebusukan-kebusukan yang diperbuat kolonial Eropa.
Maka Bu Risma tidak jauh berbeda, pemimpin perempuan yang seorang diri berani menuding, memaki-maki, mengertak, dan menyemprot kalangan birokrat, entah itu kaum laki-laki atau perempuan yang mana mereka bekerja "tidak becus" dan hanya bisa menikmati kemewahan gaji setiap bulan dari pajak rakyat.

Menilik kemewahan sikap lugas dan berani yang dimiliki pemimpin perempuan ini, dan ketidakpeduliannya meski otomatis dibenci oleh orang-orang yang culas, munafik, dan perongrong kesejahteraan rakyat.
Sudah pasti kiranya setiap bangsa dan dari setiap zaman, akan berbangga hati manakala pernah melahirkan "Ontosenowati" seperti Bu Risma, yang begitu tulus, lugas, dan tegas dalam membela segenap kepentingan rakyat cilik.

Semoga sehat selalu, panjang umur, dan berkelimpahan kebajikan, Bu Risma!

----------
✍🏻 ꦄꦭ꧀ꦮ꦳ꦶꦪꦤ꧀ꦥ꦳ꦖꦿꦸꦂꦫꦺꦴꦗ꦳ꦶ (Alvian Fachrurrozi)

~ Ngawi, 05102021

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel