Satu Nakes Masih Disandra KKB, Meski Masih Hidup, Namun Nyawanya Terancam



Peristiwa penyerangan tenaga kesehatan (Nakes) dan membakar fasilitas kesehatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) OPM di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua pada pada 13 September 2021 dari sembilan nakes 1 dikabarkan belum ditemukan.

Melalui Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, mengatakan, satu tenaga kesehatan atas nama Gerald Sokoy yang hilang saat ini masih hidup dan sedang dalam tahanan di markas TPNPB-OPM Kodap Ngalum Kupel.


“Salah nakes yang hilang atas nama Gerald Sokoy ditemukan tersesat dalam hutan pada13 September 2021. Rencananya akan kami, kembalikan kepada keluarganya melalui Pemerintah Kabupaten Pengunungan Bintang”, kata Sebbay dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/9/2021). Sambungnya dalam tulisan teraebut,

Demikian disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, meneruskan laporan dari Panglima KKB Kodap Ngalum Kupel, Brigjen Lamek Taplo, pada Rabu 22 September 2021, hari ini.



Kronologis peristiwa hilangnya kontak satu tenaga kesehatan (Nakes) di hutan pegunungan Bintang, diungkap seorang nakes yang berhasil selamat, Marselinus Ola Attanila. Dia bersama 8 nakes lainnya telah tiba di Jayapura pada Jumat (17/9/2021) pagi usai dievakuasi menggunakan helikopter TNI.

Bermula pada Senin (13/9), dimana pada pukul 07.00 WIT para nakes yang tengah bertugas di Puskesmas Kiwirok mendapat informasi dari masyarakat bahwa teroris KKB akan menyerang TNI-Polri. Saat itu para nakes diminta tetap tenang dan bersiaga untuk langsung memberi perawatan korban luka dari penyerangan itu.

Pada pukul 09.00 WIT baku tembak antara TNI-Polri dengan teroris KKB mulai terjadi, sementara para Nakes tetap bersiaga di puskesmas.

Pada pukul 09.00 WIT baku tembak antara TNI-Polri dengan teroris KKB mulai terjadi, sementara para nakes tetap bersiaga di puskesmas.


“Jadi kami nakes tidak berpikir takut karena sudah ada pernyataan KKB untuk membantu mereka kalau ada yang terluka saat terjadi kontak tembak dengan TNI,” ungkap Marselinus.

Tapi, pernyataan teroris KKB yang sebelumnya menjamin keamanan nakes ternyata hanya bohong belaka. Pada sekitar pukul 09.05 WIT anggota teroris KKB langsung menyerang puskesmas. Kaca-kaca dipecahkan dan langsung disiram bensin lalu dibakar.

“Pada pukul 9.10 WIT mereka semakin brutal, mereka masuk ke dalam barak dokter dan menyerang petugas, sehingga para nakes memilih keluar dari barak dokter secara kocar-kacir,” ungkap Marselinus. metroluwuk.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel