Jubir KKB: Ada Dokter Bersenjata Api Yang Tembak Anggota Kami Duluan

Teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua mengakui telah membantai para tenaga kesehatan (nakes) saat membakar sejumlah fasilitas umum, termasuk puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. Teroris KKB malah menuduh salah seorang dokter membawa senjata api.

Pengakuan dan tuduhan itu disampaikan salah seorang juru bicara teroris KKB TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam keterangannya.


"Pembantaian terhadap tenaga medis itu bermula karena dokter di Puskesmas Kiwirok lebih dulu mengeluarkan senjata api dan menembaki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)," tulis Sebby dalam keterangannya.

Tuduhan teroris KKB itu langsung dibantah dr Restu Pamanggi, salah seorang dokter yang selamat dan saat ini sedang dirawat di RS Marthen Indey, Jayapura.


"Saya masyarakat sipil biasa, saya di sana melayani, bukan sebagai militer. Saya melayani sebagai dokter biasa, semua di sana kenal saya. Sebagai masyarakat sipil biasa saya tidak pegang senjata api," ujar dr Restu kepada wartawan, Senin (20/9).


Menurut dr Restu, pihaknya bahkan tidak memiliki senjata apa pun untuk membela diri saat para nakes dibantai dengan tidak manusiawi oleh teroris KKB.
"Saya hanya sembunyi di rumah, kemudian diserang, dibakar lalu saya keluar. Saat keluar, saya dikeroyok sampai tangan saya patah," katanya lirih.


Untuk diketahui, Sebby Sambom, yang merupakan juru bicara teroris KKB dari kelompok TPNPB-OPM, memang selalu keluar memberikan pembelaan sesaat setelah kelompoknuya melakukan aksi tidak manusiawi.


Sementara itu, penyerangan teroris KKB di Distrik Kiwirok masih meninggalkan duka bagi sejumlah nakes yang menjadi korban, termasuk para keluarganya. Dari 11 orang yang dibantai, seorang suster bernama Gabriella Meilani meninggal dunia setelah dibunuh secara sadis.


Sedangkan satu perawat lainnya atas nama Gerald Sokoy hingga kini tak diketahui nasibnya. Jenazah Suster Ella juga hingga kini belum berhasil dievakuasi ke Kota Jayapura. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel