Mahasiswi Asal Flores Tewas Ditabrak Truk, Sopir Buang Jazadnya Ke Hutan

 Oknum supir truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan Kalimantan Utara bernama KL (50) diamankan Polisi setelah melakukan tindakan keji.


Ia menabrak mahasiswi Politekhnik Negeri (Poltek) Nunukan bernama Balandina Ulfa (21) lalu membuangnya di semak semak yang ada di tengah perkebunan singkong milik masyarakat di desa Sedadap.


Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP.Marhadiansyah Tofiqs Setiaji mengatakan, pelaku saat ini sudah diamankan Polres Nunukan. 





‘’Kejadian sekitar 18.30 wita dilaporkan pukul 21.00 wita. Terduga pelaku adalah supir truck DLH bernama KL, usianya sekitar 50 tahun warga Sedadap Nunukan Selatan,’’ujarnya, Kamis (29/04/2021).


Dari keterangan KL, ia sama sekali tidak sengaja melanggar korban. Kondisi jalan di blok perkantoran Gadis 1 cukup gelap, ia sendiri terkejut saat melihat yang tertabrak olehnya terkapar bersimbah darah.


Dalam kondisi panik dan khawatir dihakimi massa, KL meminta tolong orang untuk membantu menaikkan korban ke jok depan untuk segera dilarikan ke Puskesmas.


‘’Tapi begitu di jalan, dia kebingungan dan berubah fikiran. Dia bawa korban berputar putar mencari lokasi sepi. Dari pengakuan pelaku, korban masih terdengar mengerang lemah menahan sakit saat itu,’’jelasnya.





Marhadiansyah juga mengaku bingung dengan ulah KL. Entah setan apa yang merasukinya, begitu Ulfa benar benar terdiam dan tidak lagi ada suara, ia lalu berniat menghilangkan jejak.


Ditengah paniknya, ia berputar kembali menuju lokasi kejadian. Saat itu ia hilang konsentrasi dan mobil truck yang ia kendarai terperosok sebagian di selokan pinggir perkebunan.


Sudah kepalang tanggung, KL berinisiatif membuang Ulfa jauh ke tengah kebun. Jenazah ia tutup dengan daun pisang di antara semak belukar. Ia lalu kembali ke lokasi kejadian, dan berusaha menimbun bekas darah korban dengan pasir.




‘’Diduga pelaku juga mencuci mobilnya yang banyak terkena darah korban. Kita masih dalami masalah itu,’’kata dia.


Unit Reskrim masih melakukan olah TKP dan mengkaji pasal yang akan disangkakan bagi KL bersama Satlantas Nunukan.


‘’Kita masih koordinasi untuk sangkaan pasalnya. Apakah ini masuk LLAJ atau Kriminal umum, pendalaman kasus juga masih kita lakukan,’’katanya. 



 

Kronologis kejadian

Jenazah ulfa ditemukan di semak belukar di tengah kebun singkong yang ada di Sedadap Nunukan Selatan dalam kondisi mengenaskan, Rabu (28/04/2021) sekitar pukul 23.00 wita.


Bagian belakang kepala korban pecah dan bersimbah darah, jasadnya yang mulai dikerumuni semut merah, ditutupi daun pisang dan beberapa batang singkong.


‘’Dia ditabrak truk sampah DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Nunukan, bukannya dibawa ke rumah sakit tapi malah dibuang. Hewan saja kalau tertabrak kita pungut, kita kubur. Kenapa ini malah dibuang oleh pelaku,’’tutur paman korban Gradus Tahan Tokan (52) emosional. 


Gradus menceritakan, Ulfa adalah pribadi yang rajin dan penuh semangat. Meski sudah menikah dan memiliki putri berusia 10 bulan, ia masih berusaha melanjutkan studynya.


Ulfa mengambil mata kuliah teknologi pengolahan hasil perikanan dan duduk di semester 6. Ia juga menjadi tukang bersih bersih kantor Gabungan Dinas (Gadis) I Nunukan Selatan untuk membiayai kuliahnya dan menambah penghasilan keluarga.


Sebagaimana diceritakan Gradus, kejadian maut bermula saat Ulfa telah menyelesaikan pekerjaannya sebagai ofiice girl di Gadis 1. 


‘’Bensin motornya habis, dia menelfon bapaknya minta diantarkan bensin. Tapi belum sempat dijawab, tiba tiba terdengar suara ‘brak!!!’ dan teriakan laki laki dari Hp. Setelah itu Hp mati dan tidak bisa lagi dihubungi,’’katanya.


Khawatir dengan kondisi putrinya, apalagi hari sudah gelap karena masuk waktu Maghrib, ayah Ulfa bernama Edmundus Neno, berupaya menyusul putrinya.


Alangkah kagetnya dia ketika di pinggir jalan dalam blok perkantoran Gadis 1, ia hanya menemukan sepeda motor putrinya yang ringsek dan bekas darah cukup banyak.


‘’Panik dia, pergi dia ke puskesmas ndak ada, ke rumah sakit ndak ada. Dia hubungi keluarganya semua minta bantu cari,’’lanjutnya.


Pencarian dilakukan bersama polisi. Kebetulan ada keluarga korban yang memiliki anak sebagai polisi dan menghubungi anggota Satlantas dan Reskrim.


Di tengah jalan berjarak 1 km dari kantor Gadis, ditemukan mobil truck dengan nomor Polisi KU 8022 P yang terperosok. Keluarga korban menemukan bercak darah di ban depan mobil.


‘’Dari situ kita pencar masuk kebun. Kita datangi gubuk kosong, kami lewati semak belukar alang alang. Lalu kita melihat banyak pohon singkong patah, kita ikuti dan sampailah kami di pinggir kebun penuh semak. Kami dapati jenazah Ulfa di pinggir sungai, ditutup daun pisang dan mukanya sudah banyak semut merahnya,’’lanjut Gradus. (nohoaskaltara.com)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel