Jokowi Direndahkan Rizal Ramli, Tetapi Ditinggikan Joe Biden



SEBUAH IRONI SANG OPOSAN

Penulis tak hendak membahas pidato Presiden Jokowi di Sidang Majelis PBB yang banjir pujian, karena tahun sebelumnya pun sama mendapat apresiasi dari seluruh dunia. 

Pun tak akan membahas saat Presiden Jokowi dipilih Joe Biden untuk memberikan masukkan terkait penanganan Covid-19 di Amerika yang tak kunjung membaik. Sebab rasanya sahabat sekalian sudah tahu semua. Terbukti beberapa hari ke belakang seliweran di media sosial.

Ini lebih menyoroti sikap bangsa ini yang sangat kontras dengan bangsa lainnya. Ketika sikap oposisi negara lain bersatu dan menanggalkan dulu kepentingan politiknya untuk bersatu melawan Covid-19, di Indonesia momen ini justru dimanfaatkan oleh segelintir elite untuk makin menancapkan kepentingannya.

Seperti yang ditunjukkan Rizal Ramli yang getol nyinyir ketimbang berkontribusi. Padahal saat dipercaya menjadi menteri, gagal menunjukkan kinerja yang sesuai harapan, dan sangat jauh sekali dari membuktikan seperti suaranya yang lantang tapi parau. Bahkan congkaknya, berani katakan Covid-19 bisa ia bereskan hanya dalam setahun bila ia jadi presiden...


Lebih konyolnya ia menyarankan agar Indonesia tiru Amerika, padahal umumnya masyarakat luas sangat tahu seperti apa keadaan di Amerika, dan nyatanya Amerika sendiri yang justru kini minta bantuan Indonesia yang berhasil menekan kasus Covid-19 secara drastis.

Kocaknya lagi, Rizal Ramli menyarankan bahwa untuk menangani Pandemi Covid-19 agar selesai dengan cara mengganti presiden. Terus diganti siapa? Adakah yang lebih baik dari Presiden Jokowi? Seringan itukah mulutnya? Sedangkal itukah wawasan bernegaranya?

Memang lidah tak bertulang, hingga mudah diajak berdendang. Seolah ia lah pemenang, hingga lupa bila ia sudah ditendang, karena alih-alih bekerja dengan cemerlang, yang ada malah sibuk ngurusi kementerian lain dengan sumbang. Jadi boro-boro bisa jadi presiden, sekedar menghayal pun hanya jadi tertawaan. Inilah yang kemudian disebut sebuah ironi...

https://youtu.be/HB23qiugjF0

Maafkan: Wahyu Sutono 

"Jokowi direndahkan tidak meradang, dipuji tidak melayang."

Salam NKRI Gemilang 🇮🇩

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel