Atlet PON Ini "Tampar" Wajah Kadis PPO dan KONI NTT Dengan 2 Medali

Peselancar putra NTT, Raju Sena Seran sukses mendulang dua medali untuk Provinsi NTT pada ekshibisi cabang olahraga (Cabor) Selancar PON XX/2021 Papua yang berlangsung di Pantai Skouw Sae, Jayapura.


Raju Sena Seran meraih dua medali, masing-masing medali perak untuk kelas Shortboard atau papan pendek putra dan medali perunggu untuk kelas Aerial.
Raju Sena Seran 



Di kelas Shortboard, Raju berhasil mengumpulkan total nilai 10.87. Nilai ini berada di bawah peselancar Provinsi Bali Ryuki Waida yang mengoleksi nilai 11.34. Ryuki pun berhak atas medali emas kelas ini.


Bali memborong emas cabang olahraga ekshibisi selancar ombak pada PON XX/2021 Papua. Pahlawan Bali adalah Ryuki Waida. Dia meraih emas pada dua nomor yakni Shortboard atau papan pendek putra dan nomor Aerial atau mengudara putra.


Untuk diketahui, pada pelaksanaan PON XX/2021 Papua kali ini, NTT meloloskan 12 cabang olahraga, yakni Atletik, Kempo, Tinju, Pencak Silat, Taekwondo, Sepak Bola, Muaythai, Tarung Derajat, Criket, Wushu, Menembak, Renang. Selain itu, ada dua cabang yang masuk laga ekshibisi, yakni E-Sport dan Selancar. (timexkupang.com).



DITOLAK PEMPROV NTT, Tetapi Kini Bawa Medali
Raju Sena Seran dengan sedih menceritakan bagaimana dia ditolak oleh pemerintah provinsi NTT, padahal secara prestasi, Raju sudah menjuarai berbagai lomba. Karena ditolak, maka biaya tiket tidak ditanggung. Ia pun harus tanggung sendiri biaya tiket yang dibantu oleh pamannya dari Bali.

"Saya pernah Juara III se- Asia, juara II di Indonesia. Saya juga sudah ke Amerika, Brasil, Australia. Memang waktu mengajukan usulan untuk ikut PON mewakili NTT ditolak karena alasan tidak mungkin menyumbang medali, waktu itu saya sedih. Tapi saya belajar bersyukur ternyata dari penolakan itu saya memberi terbaik buat NTT," tutur Raju.
Kini Raju bawa pulang dua medali, artinya, ia berhasil menampar wajah pemprov NTT dengan prestasinya, khususnya Kepala Dinas Pemuda dan olahraga (Kadis PPO) NTT.


Raju yang lahir di Denpasar tanggal 28 September 2000 ini meminta pemerintah untuk tidak boleh memilah-milah atau membedakan satu dengan yang lain dalam hal cabor. Dirinya memotivasi generasi Malaka khususnya dan NTT umumnya untuk terus berprestasi dalam mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional. 



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel