Seorang Mahasiswi Jadi Korban Begal Di Jembatan Petuk Kupang




Warga Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali dihebohkan dengan aksi begal yang beredar melalui medsos (WhattsApp).

Dalam isu  yang beredar di kalangan mahasiswa maupun masyarakat Kota Kupang dengan bunyi pesan “ Syalom adik-adik mohon dapat infokan ke semua teman-teman. Mahasiswa semester V kena begal di jembatan petuk jam 11 malam. Pelaku 4 orang tidak gunakan plat DH dan gunakan pakian hitam-hitam. Dompet mahasiswa berisi uang diambil oleh pelaku. Mohon kerja sama dapat infokan ke semua teman-teman untuk lebih berhati-hati saat jalan malam dan hindari lewat petuk. Terima kasih”



Selain isi pesan WA tersebut, juga tersebar foto mata sebelah kiri terluka dari mahasiswa yang menjadi korban begal yang diduga dipukul oleh pelaku begal.

BACA JUGA: Jonas Salean Ditimpa Isu Miring, Diduga Suap Hakim MA 5 Miliar

Setelah ditelusuri oleh tim wartawan, ternyata korban adalah mahasiswi semester V jurusan S1 Keperawatan di STIKes Maranatha Kupang yang berinisial (ML).

BACA JUGA: Perkosa 3 Bocah, Om Ger Paling "Jago" Di Naikoten 1

Kepada wartawan pada 27 September 2021 pukul 19:30 Wita, Korban ML mengatakan benar jika informasi dan foto yang beredar adalah dirinya sendiri selaku korban begal.

ML menjelaskan kejadian terjadi pada Sabtu 25 September 2021 sekitar pukul 23:20 dengan tempat kejadian perkara (TKP) jembatan Petuk, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi NTT.


KRONOLOGI KEJADIAN BEGAL DI JEMBATAN PETUK KUPANG

Dengan kesedihan dan ketakutan karena masih trauma dengan kejadian tersebut, ML menjelaskan awal mula kejadian dimaksud.


Baca juga: Mahasiswi Asal Flores Ditabrak Truk, Jazadnya Dibuang Ke Hutan Oleh Sopir


“Pertama itu kami dari rumah Liliba,saya bersama adi dua orang mau ke BTN Kolhua untuk mengambil uang kuliah. Nah kami tiga orang menggunakan satu motor saja itu sekitar pukul 21:30 malam. Setelah sampai di BTN dan mengambil uang kami masih duduk cerita hingga setelah itu saya bersama adi dua orang langsung pulang melewati jembatan Petuk itu sekitar pukul 23:20 malam,”Kata ML


Tiba-tiba, lanjut ML bahwa dirinya melihat ada dua motor (4 Orang) mengikuti dari arah belakang akan tetapi dirinya berpikir bahwa itu adalah pengendara biasa.

“Mereka mendekati kami dan langsung menghadang tepat didepan motor kami, motor kami mati dan disitu sangat gelap. Satu orang itu langsung turun dan berjalan menuju arah kami langsung merampas dompet dari tangan saya. Karena dompet saya sudah diambil oleh orang tersebut saya pun langsung turun dari motor untuk mengambil kembali dompet saya tetapi waktu saya turun untuk mengambil dompet malah saya dipukul oleh begal tersebut mengenai pelipis mata sebelah kiri saya. Entah itu saya dipukul berapa kali saya tidak tau karena dalam keadaan panik dan takut. Setelah mengambil dompet dan memukul saya mereka langsung berlari kembali ke arah BTN Kolhua,”Beber ML

BACA JUGA: Warga Temukan 21 Gua Peninggalan Tentara Nipon Di Baumata Kupang-NTT

ML menceritakan ciri-ciri yang merampas dompet darinya  itu memliki postur tubuh tinggi, kurus, tidak kelihatan wajah karena menggunakan masker dan pakian hitam, kendaraan yang digunakan berupa sepeda motor juga semua berwarna hitam dan tidak ada Plat Nomor (DH).

“Disaat kami dipalang itu mereka omong bilang apa yang bosong (Kamu) pegang serahkan semua datang,” Kata ML menirukan suara pelaku saat itu.

Karena yang dipegang hanya dompet sehingga yang dirampas hanyalah dompet yang didalamnya berisi uang sejumlah Rp. 1,600,000, (Satu juta enam ratus ribu).


“Uang itu baru saya ambil dari keluarga di BTN yang dikirim oleh orang tua untuk membayar PA dikampus,”Bebernya

Usai kejadian, dirinya langsung menelepon Kakanya yang berada di Liliba untuk segera datang.

“Waktu kaka dong datang parabegal sudah tidak ada tinggal kami sendiri,”Ujar ML

Selain dirinya yang dipukuli, adik laki-lakinya yang mengendarai sepeda motor malam itu juga juga dipukuli dan mengenai punggung belakang.

BACA JUGA: Atlet PON Ini "Tampar" Wajah Kadis PPO NTT Dengan 2 Medali

“adik saya kena pukul juga, Karena adik mau membantu saya merampas kembali dompet itu. Tetapi tidak terlalu parah yang paling parah itu saya. Waktu itu adik  yang bernama Nona sempat berteriak meminta tolong tapi tidak ada orang yang datang karena sudah sepi,”Kata ML

Kejadian seperti ini, kata ML bahwa bukan baru pertama kali, namun sudah sebanyak tiga kali di tempat yang sama akan tetapi  waktu pertama dan kedua masih bisa selamatkan diri.



Di akhir pernyataan ML, dirinya berpesan kepada teman-teman yang biasa melakukan perjalanan dengan malam, baik itu kerja tugas dan lainnya sebaiknya jalan jangan terlalu larut malam.

BACA JUGA: Hamil Karena Diperks0sa Oknum TNI Sejak SD, Siswi SMA Di Kupang Dikeluarkan Dari Sekolah

“Teman-teman yang ingin lakukan perjalanan jangan dengan malam, jika sudah larut sebaiknya jangan melewati arah Jembatan Petuk karena arah itu sangat berbahaya” Imbuhnya.

Tak lupa juga dirinya berharap agar pihak yang berwajib bisa melakukan patroli pengamanan di jalur tersebut agar kedepan tidak ada lagi korban.
(Kabar-malaka.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel