Teguran Dinkes Kota Kupang Jadi Akar Masalah Rektor Undana dan Dr. Elcid Li Nyaris Adu Jotos

rektor undana fred benu

Awal Berdiri Lab Biokesmas NTT
Diresmikan bulan Oktober 2020. Berdiri atas inisiatif 3 lembaga, yakni Forum Academia NTT (FAN), Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dan Undana. Dikepalai oleh Dr. Fima Inabuy. Tempat praktek di gedung rumah sakit undana di kompleks bekas kampus undana (Undana lama) Naikolan.

Akan Gratiskan biaya Tes PCR
Berdirinya lab ini karena keprihatinan ketiga lembaga di atas di masa pandemi corona karena biaya tes PCR yang sangat mahal. Sehingga Lab ini sudah memeriksa sekitar 15.000 sampel pasien. Dan rencananya akan dilakukan tes PCR secara gratis. 
Ditegur Dinkes Kota Kupang: Tidak Memenuhi SOP sebagai Lab
Setelah hampir 1 tahun beroperasi, Lab Biokesmas ini mendapat teguran dari Dinkes Kota kupang. Nasib yang sama juga dialami oleh dua lab besar di Kota kupang untuk beroperasi, yakni Lab ASA dan Lab King Care karena alasan yang sama, tidak memebuhi standar operasional Lab.

Alasan Teguran Dinkes Kota Kupang 
Dilansir dari Victorynews.id, Pada hari Jumat, 20 Agustus 2021, surat teguran dilayangkan pemerintah Kota Kupang kepada Rektor Undana. Lasannya, Laboratorium Biokesmas NTT tidak memenuhi ketentuan pemeriksaan PCR karena tidak memiliki dokter spesialis patologi dan analis. Sebab hasil tes PCR harus ditanda tangani oleh dokter spesialis tersebut. 

Pihak Rektor Undana Ingin "Mengambil Alih" Aset
Karena ditegur Dinkes Kota Kupang, maka pihak undana melalui rektor undana Fred Benu ingin memindahkan Lab itu ke undana. Dalam artian ganti nama menjadi Lab Biomolekuler Universitas Nusa Cendana" bukan lagi "Lab Biokesmas NTT". Dengan demikian, maka rektor akan memperkerjakan SDM undana berupa dokter spesialis untuk operasional lab. 
rektor undana marah
Diganti menjadi lab Undana


Kisruh Rencana Pemindahan Lab Biokesmas NTT Ke Undana
 Dilansir dari lintasntt.com, Rektor Undana Frederik Benu marah dalam pertemuan untuk membahas pemindahan laboratorium biomolekuler kesehatan masyarakat (Biokesmas) provinsi NTT pada Selasa (24/8/2022) pagi.
Kemarahan Fred Benu itu dipicu oleh selisih paham dengan anggota FAN, Dr. Elcid Li soal pemindahan lab menjadi "milik" undana. Li dan kawan-kawannya dari FAN tidak setuju dengan rencana Fred Benu untuk "ambil alih" lab itu. 
BACA JUGA: Ketika Dr. Elcid Li Dimaki Bangs** Oleh Rektor Undana : "Kamu Mau Pukul Saya Bangs**"
Maka terjadilah bentrok antar keduanya. Bahkan Rektor undana sempat mengeluarkan kata-kata kasar terhadap Li. Sebagaimana Dilansir dari KupangTribunnews.com, Pertengkaran ini bermula saat rektor Fred Benu, tim laboratorium biokesmas NTT, pemprov NTT dan pihak FAN menggelar pertemuan membahas rencana pemindahan. 


Namun, emosi rektor meluap ketika Elcid Li dan rektor berdebat rencana penutupan ini. Fred Benu bersikukuh tetap menutup laboratorium yang diresmikan pada tanggal 16 Oktober 2020 lalu ini. "Kamu mau pukul saya ba****t," ucap rektor Fred Benu saat terlibat cekcok dengan Elcid Li.

Biaya Operasional Lab Biokemas NTT
lab biokesmas ntt
pendanaan Laboratorium sejak didirikan dan selama operasionalnya kurang lebih 1 tahun sumber foto klik DISINI
Dikutip dari akun YOHANES VICTOR LASI BOBO, salah satu anggota FAN NTT, Di ruang pertemuan laboratorium ditempelkan tentang pendanaan Laboratorium sejak didirikan dan selama operasionalnya kurang lebih 1 tahun. Dana utama Laboratorium berasal dari pemerintah Provinsi NTT, yakni sebesar Rp. 2.498.485.280 (95%) sedangkan sumbangan dari masyarakat melalui FAN sebesar Rp. 96.221.700 (4%). Operational Laboratorium sebesar 82% (Rp. 726.210.014) berasal dari pemerintah Provinsi NTT dan 13% (Rp. 110.441.557) berasal dari sumbangan warga NTT melalui FAN dan Undana sebesar 4% (Rp. 32.302.007).
Hingga saat ini Laboratorium Biokesmas NTT sudah memeriksa kurang lebih 15,000 sample, baik itu yg pooled maupun individual test.


REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel