Para Pemilik Sumur Bor Di Kota Kupang Siap-siap Kena Pajak, Pasti Harga Air Tangki Juga Naik

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang akan menarik pajak dari pemilik sumur bor di kota kupang. Pajak sumur bor atau air tanah ini akan diatur dalam perwali, termasuk mekanisme dan prosedur penarikannya. 


Hal itu di sammpaikan oleh Kepala Bapenda Kota Kupang, dr.I Wayan Ari Wijana. 
Namun, Ari dan jajaran tidak mau terburu-buru untuk menerapkan ini, karena rencana ini masih di bahas di tingkat legislatif. Karena itu mungkin pada tahun 2022 baru kebijakan ini diterapkan. 



Mekanisme Penarikan Pajak Air Tanah
Dikutip dari nttonlinenow.com, “Persyaratannya kalau dipakai untuk kebutuhan rumah tangga maka pemerintah tidak akan memungut pajak, tetapi kalau dijual maka akan dikenakan pajak, nanti ada perhitungannya sendiri, volume air yang keluar dan biayanya berapa nanti dihitung,” jelas Ari. 


Ari Wijana menerangkan bahwa, semua sumur bor akan didata oleh pemda. Dalam pendataan ini, akan dikategorikan mana sumur bor yang hanya untuk konsumsi rumahan dan mana sumur bor yang dijual ke konsumen. Hanya sumur bor yang dijual saja yang kenakan pajak oleh pemda.


Semua sumur bor yang dijual, akan dipasang water meter. Dengan begitu maka memudahkan pemda untuk menghitung berapa banyak air yang terjual. Dari situlah bakal dihitung biaya pajaknya. Namun, besarannya masih akan dibahas dalam pembahasan anggaran.


Selam ini, para pemilik sumur bor menjual 5.000 sampai 10.000 per tangki berkapasitas 5.000 liter. namun dengan adanya kebijakan baru ini, pasti akan berubah. Dengan demikian, maka harga air tangki pun akan ikut naik. 

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel