Jahanam! Oknum TNI Di Rote Aniaya Bocah, Tendang, Ikat dan Bakar Dengan Api Rokok Hingga Pingsan


Seorang Bocah berumur 13 tahun di Kabupaten Rote Ndao-NTT, dianiaya oleh Oknum Anggota TNI hingga pingsan karena dituduh mencuri HP.



Korban Petrus Seuk saat berada di RSUD Baa, Foto By Pena-emas.com


Kejadian tidak terpuji itu, terjadi di rumah Korban bernama Petrus Seuk (13), yang beralamat di RT12/RW05, Keurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kamis (19/8/2021)

Melansir dari Pena-emas.com, ayah Korban bernama Joni Seuk mengatakan, Penganiayaan yang dilakukan bermula, saat anaknya dituduh mencuri HP milik Anggota TNI 1627 Rote Ndao bernama Arbi Oktavianus Kotta.


Joni Seuk menjelaskan, awalnya Korban dijemput Arbi (Oknum Anggota TNI) bersama rekannya di rumah mereka pada kamis, 12 Agustus 2021 lalu.

Selanjutnya, Korban di Bawah kerumah Rekan Arbi bernama Boy di RT09/RW03, Kelurahan Metina, Kecmamtan Lobalain, untuk di interogasi.

Alasan dua Oknum Anggota TNI itu menjemput Petrus (Korban) menurut Ayah Korban Joni Seuk, karena Korban dicuriagai mencuri HP milik Arbi


Joni melanjutkan, Anaknya baru kembali dari Rumah Rekan Arbi, yang biasa di Sapa Boy ini saat sudah tengah malam, namun diam dan tidak menceritakan Apapun tentang keadaannya selama di Rumah Boy.

Keesokan harinya Yakni (13/8/2021), Korban kembali dicari oleh Arbi dan menemukan Korban sedang bermain di pantai untuk diinterogasi terkait hilangnya HandPhone Milk Oknum Anggota TNI tersebut


Pada kejadian kedua di pantai Baa itu, Petrus kembali tidak mencitakan apapun kepada orang tunya terkait Arbi yang menemuinya untuk diinterogasi masalah Hilang HP.
Setelah pada, Kamis (19/8/2021), Arbi kembali mendatangi rumah Korban dan masih dengan masalah yang sama yakni Pencurian HP yang dialamatkan kepada Petrus

Mengetahui kedatangan Arbi, Petrus Seuk pun ketakutan dan bersembunyi di dalam Lemari Kamar rumahnya.


Namun, Arbi dengan cepat menemukannya dan langsung menganiaya Korban di lokasi hingga mulut Korban bersarah.
Setelah dianiaya, Korban dibawa ke Rumah Rekan Arbi bernama Boy tadi dan kembali di aniaya. Mengetahui Hal itu, Kedua orang tua Korban menyusul ke rumah Boy, untuk melihat aanknya.

Sesamapainya di rumah Boy, Kedua orang Tua Korban dibuat kaget karena mereka menyaksikan Anak mereka di ikat dengan tali dan dianiaya secara sadis.



Ibu Korban, Saat menjaga Korban di RSUD Baa

Korban Diikat, Disiksa Hingga Direndam Kedalam Drum Berisi Air

Ibu Korban bernama Ati Seuk Hanas menjelaskan, Setalah dia dan suaminya tiba di rumah Boy, mereka melihat Petrus diikat dengan Tali pada kedua kaki dan tangannya sembari dianiaya hingga pinsan.


Ayah korban yang Menyaksikan anak kandung mereka yang masih Bocah disiksa sekejam itu, lalu memutuskan untuk pulang kerumah karena tidak tahan melihat keadaan anaknya dan juga tidak bisa berbuat apa-apa
Belum cukup, Setelah dianiaya, Korban kemudian diantar pulang ke rumah pada laurut malam dalam keadaan tidak berbusana karena pakian Korban sudah dirobak Arbi. Lanjut Ati Seuk

Tidak berhenti disitu, Korban kemabali di bawah Arbi karena kedatangan mereka kerumah hanya agar Korban menunjukan keberadaan Handphone Milik Arbi yang dituduh dicuri oleh Korban


Korban ahirnya tidak bisa menunjukan Handphone yang dimaksud karena Korban memang diketahui tidak mencuri, hal itulah yang membuat Arbi kembali Meluapkan amarah dan kembali melakukan Penganiayaan.


Korban baru diantar kembali ke rumahnya pukul 09.00 Pagi keesokan harinya, setelah semalam disiksa berada di Rumah Boy

Menurut penurutan Jeremias Menda, yang tidak lain adalah Kakek Korban, pada Pukul 07.00 Wita, Ia mendatangi Rumah Boy dengan maksud ingin melihat Cucunya, namun setelah sampai di tenpat itu ia melihat Korban sedang terendam dalam Drum berisi Air


Dengan perasaan Haru, Jeremias mengangkat Korban dari dalam Drum karena korban sering berteriak dan meminta Tolong.


Pengakuan Korban: Terpaksa Mengaku Mencuri Agar Tidak Dianiaya

Setelah Kejadian itu, Korban langsung di antar kerumah sakit oleh Orangtuanya untuk mendapat perawatan karena saat di antar kerumah oleh Arbi dan rekannya korban langsung lemas dan tak sadarkan diri.

Dari ketarangan Sementara Dokter Salomo, yang memeriksa Korban Petrus Seuk mengatakan, Korban mengalami luka-luka, Nyeri pada Tubuh serta terdapt luka Bakar.


Namun untuk Luka Bakar, Dr Solomo belum bisa memastikan penyebabnya namun berjanji akan memeriksa lebih detail lagi terhadap tubuh Korban

Akan tetapi, menurut penuturan Korban, Dia mengaku di Siksa hingga pingsan serta di bakar menggunakan Api Rokok di bagian belakang sebanyak 15 batang Rokok.

Korban mengatakan, Selain itu, kemaluannya ditempel dengan lilin dan Pasta gigi lalu dibakar dengan api. Korban mengatakan jika dirinya tidak pernah mencuri HP namun karena sudah tidak tahan dengan penyiksaan yang dia alami, Korban terpaksa mengaku.


Sementara itu, Kapten Saragih, dari Detasiemen Polisi Militer (Denpom) Rote Ndao menjelaskan Pihaknya meminta agar keluarga korban membuat laporan resmi.

Kapten Saragih mengatakan kepada Pena-emas.com bahwa pihaknya juga akan menindaklanjuti Kasus tersebut namun menunggu hasil Visum dari RSUD Baa. (Sumber:harianflobamora.com)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel