PHK Jurnalis Timor Express Berbuntut Panjang, Haknya 19,1 Juta, Hanya Diberikan 3,4 Juta



PHK Jurnalis Timor Express Berbuntut Panjang, Pesangon 19 Juta, Dikasi Hanya 3 Juta. Perusahaan pers terbesar di NTT, Timor Express (Timeks) dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap salah satu Karyawannya (jurnalis) atas nama Obed Gerimu yang sudah bekerja kurang lebih hampir 11 tahun di perusahaan media terbesar di NTT itu. Di PHK Karena tidak menjalankan tugas dan telah diberikan tiga kali Surat Peringatan (SP).


Tindakan Pihak Timeks ini ternyata menimbulkan persoalan di kemudian hari. Pasalnya, menurut Obed, hak-haknya tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Cipta kerja/ Jo PP 35/2021 pasal 52 ayat 1 yang membahas tentang membahas peraturan seputar PHK bagi perusahaan dan pekerjanya. 


Pesangon 19 Juta, Diberikan Hanya 3 Juta
Menurut Obed, pada awal ia diberikan surat PHK, perusahaan memberikannya uang Rp. 3,4 juta dengan hitungan cuti 1,2 juta dan gaji 2,2 juta, namun dirinya tidak menerima. Atas ketidakpuasan itu, Gerimu pun mengadu secara tertulis ke pihak Dinas Ketenagakerjaan Kota Kupang seraya meminta untuk dimediasi dirinya dengan pihak Timeks supaya hak-haknya dapat dipenuhi sesuai UU yang berlaku. 


Karena itu, pihak Disnaker Kota Kupang pun memberikan catatan kepada Gerimu berupa hitungan hak pesangon yang seharusnya diberikan PT. Timor Express kepada Gerimu. Hitungan pesangon yang dimaksud sebagai berikut:


Gaji terkahir: Rp. 2.200.000
1) Uang Pesangon: 9x2.200.000 = 19.800.000
2) Uang Penghargaan Masa kerja: Rp. 4x2.200.000 = 8.800.000
3) Uang Penggantian Hak: 5/25x2.200.000 = 440.000
Catatan: Uang Pesangon dipotong 50% (Rp. 9.900.000) karena yang bersangkutan sudah mendapat SP 3X oleh perusahaan. 
Dengan demikian maka, jumlah uang yang seharusnya menjadi hak Obed Gerimu adalah sebesar Rp.19.140.000


Perusahaan Menawarkan Rp. 7.000.000
Setelah Obed memberikan hitungan di atas, perusahaan menawarkan lagi Rp. 7 juta namun Obed juga menolak. Sebab ia juga butuh biaya, apa lagi kondisi pandemi ini. 

Pihak Timeks Membantah, Dianggap Mengundurkan diri
Dilansir dari Sergap.id, pihak Timeks membantah telah mem-PHK jurnalis yang telah turut membesarkan Perusahaan itu selama ini. Timeks yang diwakili oleh Pemimpin Redaksi Kristo Embu mengatakan, pihaknya menganggap Obed Gerimu mengundurkan diri, bukan di-PHK. Sebab, tidak menjalankan tugas berdasarkan surat penugasan dari perusahaan. Maka dari itu, Gerimu dianggap mengundurkan diri. Kristo merujuk pada UU Cipta Kerja Tahun 2020. 

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel