Hanya Di NTT, Lab PCR Milik Pemprov Dicap "ILEGAL" Oleh Pemkot, Yang Ribut, Undana dan FAN

 


Rencana penutupan dan ambil alih Lab Biokesmas NTT (Lab PCR) oleh rektor Undana, Fred Benu ternyata berbuntut Panjang. Pasalnya Dr. Elcid Li, Pihak Forum Academia NTT (FAN) tidak terima keputuasan itu. Sebab ini bukan milik Undana tetapi milik masyarakat NTT yang diwakili oleh Elcid Li dan kawan-kawan dari FAN.

BACA JUGA: 2 Kali Dirayu Berhubungan Intim Oleh Pria Beristri, Siswi SMA Di Kupang Lapor Polisi 

Penutupan itu bukan tanpa alasan, soalnya, ada teguran yang dilayangkan oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang yang menginstruksikan agar lab itu ditutup karena tidak memenuhi SOP sebagai lab PCR. 

BACA JUGA: Jahanam! Oknum TNI Di Rote Aniaya Bocah, Tendang, Ikat dan Bakar Dengan Api Rokok Hingga Pingsan

Hal ini pun memicu perselisihan antara FAN dan Undana. Sampai dalam rapat rencana pengambialihan itu, Raktor Undana, Fred Benu mengeluarkan Kata kotor (Bangs**) kepada Elcid Li bahkan nyari baku hantam di ruang rapat gegara selisih pendapat.

BACA JUGA: Ketika Dr. Elcid Li Dimaki Bangs** Oleh Rektor Undana : "Kamu Mau Pukul Saya Bangs**"


Aneh, Lab PCR Milik Pemprov Dicap "ILEGAL" Oleh Pemkot

Diketahui bahwa Lab yang dinamakan Biokesmas NTT itu 95 persen dananya berasal dari Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Kesehatan NTT. Artinya, operasional Lab itu juga tanggung jawab Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Kesehatan. 

BACA JUGA: Nona Afni, Gadis Di Manggarai Yang Rawat 3 Orangtuanya Yang ODGJ, dan 3 Orang Adiknya 

Tetapi anehnya, dianggap tidak memenuhi SOP alias Ilegal oleh pemerintah Kota Kupang, dalam hal ini Dinas Kesehatan kota kupang. Karena itu, melalui surat teguran yang dilayangkan Dinkes Kota kupang Kepada Undana agar leb itu segera ditutup. Dilansir dari Victorynews.id, surat teguran dilayangkan pemerintah Kota Kupang kepada Rektor Undana Pada hari Jumat, 20 Agustus 2021, Alasannya, Laboratorium Biokesmas NTT tidak memenuhi ketentuan pemeriksaan PCR karena tidak memiliki dokter spesialis patologi dan analis. Sebab hasil tes PCR harus ditanda tangani oleh dokter spesialis tersebut. 

BACA JUGA:  Merinding, Suara Emas RIA MAUKAFELI, Bakal Getarkan Panggung X-Factor Indonesia

Benar-benar aneh, dari kasus itu, secara tidak langsung, ternyata Kepala Dinas Kesehatan pemprov NTT tidak tau SOP lab PCR. Aneh bin ajaib.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel