Hanya Dikritik Tidak Jujur, Gubernur NTT Polisikan Alfred Baun, Benarkah VBL Anti Kritik?



Gubernur NTT baru saja melaporkan Ketua LSM ARAKSI, Alfred Baun ke Polda NTT Hanya karena Dikritik Tidak Jujur soal invetasi Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan bunga sekitar Rp30.440.949.256 per tahun atau sekitar Rp243.527.594.048 Miliar selama 8 tahun. 


Dikutip dari voxntt.com, dalam program yang telah ditetapkan sebagai APBD NTT Tahun Anggaran 2021 tersebut dibiayai dari Pinjaman Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan bunga sekitar Rp30.440.949.256 per tahun atau sekitar Rp243.527.594.048 Miliar selama 8 tahun.


Berdasarkan RKPD yang kopiannya diperoleh VoxNtt.com, Jumat (21/05/2021) siang, ada program investasi yang dibiayai Pemprov NTT dari pinjaman daerah dana PEN tahun 2021.

BACA JUGA: Hati-hati Beli Tanah Di Kupang, Orang Ini Beli Tanah 25 Juta, Malah Jadi Tersangka Penggelapan

Dana tersebut termasuk pinjaman daerah yang disalurkan Pemerintah Pusat (Pempus) oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp1,5 Triliun pada tahun anggaran 2021.

Selain untuk membangun jalan, jembatan, dan irigasi, dana PEN tersebut juga digunakan untuk program investasi ‘suram’ dengan nilai sekitar Rp491 Miliar.

BACA JUGA: Ini Nama-nama 52 Kades Di NTT yang Korupsi Dana Desa, Total Kerugian Negara 9 Miliar Rupiah Lebih

Investasi tersebut, terdiri atas beberapa kegiatan, antara lain untuk: 1). Budi daya ikan kerapu dan kakap senilai Rp152 Miliar, 2). Budi daya jagung (TJPS) senilai Rp100 Miliar, 3). Budi daya ternak (sapi, babi, kambing, ayam) senilai Rp100 Miliar, 4). Budi daya tanaman porang senilai Rp139 Miliar. Untuk budi daya ikan laut, dialokasikan dana sekitar Rp152,7 Miliar dengan jumlah 1.390.000 ekor ikan.

Alfred Baun, Ketua LSM ARAKSI Kritik Viktor Laiskodat

Alfred Baun mengkritik VBL karena dinilai tidak jujur (Na'omeh) Soal investasi tersebut di atas. Alfred mengatakan bahwa DPRD Provinsi NTT bersikap "namkak" dan gubernur Viktor Laiskodat "Na'omeh" alias tidak jujur dengan investasi miliaran bahkan triliun itu, namun hasilnya tidak dirasakan oleh rakyat NTT sampai saat ini. Bahkan invetasi budidaya Ikan Kerapu di Flores gagal total. 

BACA JUGA: Viktor Laiskodat Sedang Siapkan Pulau Semau Untuk Masuk Wilayah Kota Kupang

Gubernur Polisikan Alfred Baun

Hanya karena kritik tidak jujur itu, sepertinya gubernur NTT merasa dicemarkan oleh Alfred. Sehingga melalui Karo Hukum Setda NTT, polisikan Alfred Baun. Polisi akan segera periksa saksi-saksi untuk perkara ini. 

BACA JUGA: Sungguh Bejat, Ini Kronologi Pemerkosaan Gadis Di Bawah Umur Di NTT Oleh Seorang Sopir

Anti Kritik?

Gubernur NTT seperti bersikap berlebihan kalau hanya dibilang tidak jujur saja, polisikan Alfred Baun. Kalau seandainya Jokowi seperti VBL, sudah jutaan orang yang masuk penjara. 

BACA JUGA: Ini Daftar Harta Kekayaan Bupati dan Wabup Di NTT Yang Di Lantik 2021, Bupati Mabar Terkaya

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel