Aneh, Warga Yang Tidak Memenuhi Syarat, Dapat Rumah Bantuan Pemkot Kupang



Program andalan Pemerintah Kota Kupang dalam kepemimpinan Jerfi Riwu Kore, yakni bantuan bedah rumah kepada masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi, terus implementasikan. Walau dibangun seadanya, namun sejatinya, program ini memang sangat membantu masyarakat yang kurang mampu. Tetapi program itu tidak terlepas dari berbagai polemik, karena diduga ada tahapan dan syarat penerima bantuan yang dilangkahi oleh para implementor di lapangan. Salah satu syarat wajib adalah warga calon penerima bantuan sudah memiliki sertifikat tanah yang akan dibangun rumah bantuan. Inilah yang akhir-akhir ini yang menuai masalah, sebab, ada warga penerima bantuan tidak memiliki sertifikat tanah. 


seperti dilansir dari nttterkini, bahwa ada pengalihan Bantuan Bedah Rumah, Pemkot Kupang yang berujung pada adanya pengaduan ke DPRD kota Kupang. Pengaduan itu dilakukan oleh warga manulai 2, kecamatan Alak, Kota Kupang. 
Dimana ada warga yang namanya tidak diusulkan oleh RT/RW namun mendapat bantuan bedah rumah, sementara yang diusulkan justru tidak dapat bantuan. 


Hal itu juga ditegaskan oleh Ketua RT 005, kelurahan Manulai 2, Ibu Beth Baker. Masih dikutip dari nttterkini, Mama Beth (sapaan akbrabnya), mengatakan, “Intinya saya tidak pernah usulkan nama Piter Besi untuk bantuan bedah rumah. Saya di protes warga yang tidak terima, bukan kita RT/RW yang menentukan, tapi tim bedah rumah yang tentukan siapa yang berhak,” kata Ketua RT 05 Kel Manulai II, Alak Kota Kupang, Beth Baker saat mendatangi DPRD kota Kupang, Senin, 12 Juli 2021.


Ibu Beth mengakui, banhwa penerima bantuan bedah rumah yang diusulkan bernama Yulius Tanono dan telah memenuhi segala kelengkapan berkas administrasi dan memiliki sertifikat tanah milik pribadi untuk selanjutnya dinilai layak oleh perangkat kelurahan dan semua warga di RT/RW 05/02, namun saat melakukan bedah rumah, warga atas nama Piter Besi  yang tidak pernah diusulkan justru yang mendapat bantuan.


BACA JUGA: Hati-hati Beli Tanah Di Kupang, Orang Ini Beli Tanah 25 Juta, Malah Jadi Tersangka Penggelapan

Selain itu, lanjut dia, Piter Besi dinilai tidak layak penerima bantuan bedah rumah, karena administrasi atau dokumen kepemilikan tanah seperti sertifikat tanah, bukan atas nama yang bersangkutan dan tidak memiliki dokumen lainnya yang sah sebagai syarat mendapatkan bantuan bedah rumah.


BACA JUGA: Ini 10 Kampus Terbaik Di NTT, UPG 1945 Dan Univ. San Pedro Bersaing Ketat

Oleh sebab itu, ketua RT dan warga setempat merasa sangat kecewa dengan adanya dugaan KKN yang dilakukan oleh oknum-oknum yang menangani ini proyek ini. Sumber: nttterkini

BACA JUGA: Tiga Pasangan Remaja di Kupang yang Hendak Gelar Pesta Sex di Kamar Kos

Tidak hanya sekali ini
Hal serupa juga pernah terjadi di kelurahan Fontein. Dimana tanah belum bersertifikat Bedah Rumah Bantuan Pemkot Untuk Almarhum Anatji Djara “Digugat”.

BACA JUGA: Seorang Siswi Di Sumba, Diperkosa Oknum Mantan DPRD Selama Liburan Hingga Hamil dan Melahirkan


REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel