Tega, Ini Vidio Bupati Alor Caci Maki Staf Risma: "Menteri Bodo* Begitu...!!!"


Scroll Sampai ke bawah untuk nonton Vidionya

Sebuah video merekam kemarahan Bupati Alor, Amon Djobo, tersebar di media sosial. Saat itu, Amon terekam sedang memarahi dua staf dari Kementerian Sosial karena penyaluran bantuan untuk korban bencana.

Dikutip dari Merdeka.com, video berdurasi 3.09 detik itu, Amon terdengar mengumpat Menteri Sosial, Tri Rismaharini dan membandingkannya dengan mantan Mensos, Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, pembagian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang digagas Kementerian Sosial telah melangkahi pemerintah daerah. Sebab penyaluran malah melalui ketua DPRD Alor, bukan pemerintah daerah.

BACA JUGA: Begini Curahan Hati Tinus "Perko" Di Facebook, Sebelum Ditangkap Polisi

"Jangan pakai politik-politik model begitu," kata Amon dalam video itu.

Saat dikonfirmasi, Amon tidak mengelak atas video yang beredar. Dia menjelaskan, ketika itu staf dari Kementerian Sosial membawa bantuan untuk korban meninggal akibat badai Seroja, jumlahnya Rp15 juta per orang.

BACA JUGA: Setelah Dibunuh, Tinus SETUBUHI Mayat Korban 


"Itu saya marah, datang lagi dia bawa nama Kementerian Sosial nah lu pi bagi sudah kenapa bawa datang ke kami. Kau pu menteri omong dengan Presiden bahwa bantuan kasi ke Ketua DPRD, pi di sana sudah to bikin apa ke kami, nanti pemerintah pusat pikirnya kami gubernur dan bupati ini juga hanya tidur-tidur saja tidak urus manusia, saya tiap hari di lapangan kok," kata Amon.

"Saya marah karena mereka langkahi pemerintah daerah, hanya karena kepentingan politik. Kita kerja ini bukan karena politik, ini bencana kemanusiaan bukan bencana politik."

Amon mengatakan, seharusnya Menteri Sosial mengetahui pola penanganan dan penyaluran bantuan. Dia khawatir di kemudian hari terjadi persoalan hukum, sehingga pemerintah daerah yang ditanya dan dimintai pertanggung jawabannya.


"Kalau ada persoalan di daerah siapa yang tanggung jawab kalau ditanyakan oleh KPK, penegak hukum seperti Kejari dan Kejati maupun kepolisian. Siapa yang tanggung jawab, pasti bupati," ucapnya.

Namun demikian, kata Amon, sebenarnya peristiwa dalam video itu sudah terjadi dua sampai tiga bulan lalu. Tetapi dia sendiri tidak mengetahui siapa yang merekam kejadian tersebut sampai akhirnya viral beberapa bulan setelahnya.

BACA BERITA PEMBUNUHAN Terkejam di Kupang:

Beberapa pekan setelah kejadian itu, Amon ternyata bertemu langsung dengan Risma yang kebetulan ada kunjungan kerja ke Desa Kaleb, Kecamatan Pantar Timur, pada 4 Mei lalu. Amon menyelipkan permintaan maafnya saat mendapatkan kesempatan memberikan sambutan di acara yang dihadiri Risma.

"Saya punya doa itu diterima oleh Tuhan, Bu Menteri saya mohon maaf kalau tutur kata saya salah. Tapi itulah satu ada di Jakarta, satu ada di provinsi, satu ada di kabupaten kadang-kadang ada informasi yang saling tidak berpendapat," kata Amon, dalam video yang diunggah Tribuana Post ke Youtube dan dilihat merdeka.com, Rabu (2/6).

Dalam kesempatan itu, dia juga menyebut Risma sebagai tokoh nasional yang membanggakan. Terlebih ketika dia melihat sosok Risma saat memimpin Kota Surabaya.

BACA BERITA PEMBUNUHAN Terkejam di Kupang:

"Saya bangga karena waktu pesawat Air Asia dinyatakan hilang, masyarakat saya juga satu yang mati. Ibu Risma bel sama saya tolong sampaikan. Jadi saya mohon maaf, saya pikir itu orang-orang berjiwa besar," ucap Amon Djobo.

BACA JUGA: Ini Sosok Marsela Bahas, Korban Keempat Tinus "Perko", Dibunuh Di Tempat Gembala Sapi

Berikut Vidio Bupati Alor Caci Maki Staf Risma: "Menteri Bodok Begitu"

Kalau Tidak Ada Suara, Klik>>> DISINI

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel