Kronologi Warga Bakunase Hilang Di Hutan Raknamo Setelah Dikeroyok Sekelompok Pemabuk



Kronologi Warga Bakunase Hilang Di Hutan Raknamo. Dikutip dari NTTBersuara.com, telah terjadi pengeroyokan yang mengakibatkan seorang pria yang menjadi korban melarikan diri ke hutan Raknamo serta belum ditemukan. Kejadian terjadi, Minggu (6/6) sekitar pukul 17.40 Wita bertempat di lokasi Bendungan Raknamo, desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.


Adapun Identitas korban, pelaku dan saksi pada Senin (7/6/21) sebagai berikut, korban diketahui bernama Aristo Manao, 19 warga RT 13/Rw 10 kelurahan Bakunase Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Sementara untuk pelakunya masih dalam proses lidik.


Kronologi Warga Bakunase Hilang Di Hutan Raknamo
Adapun saksi, Heny Maibana, 29, alamat Jalan Tifa, nomor 32, Kelurahan Fatufeto Kecamatan Alak, Kota Kupang. Kronologis Kejadian berawal saat korban dan saksi yang sementara berada di Lokasi bendungan Raknamo untuk rekreasi.Selanjutnya korban dan saksi hendak meninggalkan lokasi tersebut namun para pelaku yang saat itu sementara meneguk minuman keras di gerbang bendungan Raknamo langsung mencegat korban dan saksi. Setelah di cegat maka para pelaku melakukan pemalakan kepada korban dengan meminta uang sebesar Rp.150 ribu namun, korban hanya memberikan uang sebesar Rp 50 ribu.


Mendapati hal tersebut, para pelaku langsung mengeroyok korban sehingga korban melarikan diri ke lokasi hutan sedangkan saksi menumpang di kendaraan lain untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Kupang. Setelah mendapatkan pengaduan maka personil piket fungsi Polres Kupang dan piket Polsek Kupang Timur mendatangi TKP namun para pelaku sudah melarikan diri.


Sedangkan sepeda motor milik korban sudah diamankan oleh penjaga bendungan Raknamo. Selanjutnya personil Polres Kupang dan Polsek Kupang Timur melakukan pencarian terhadap korban disekitar lokasi hutan akan tetapi korban hingga saat ini belum ditemukan.


Korban dipastikan masih dalam keadaan selamat karena saat di hubungi lewat seluler, korban masih berkomunikasi akan tetapi diduga korban tersesat di dalam hutan dan tidak menemukan jalan keluar karena situasi penerangan tidak memadai atau gelap.


Hingga saat ini keluarga korban telah tiba di lokasi Bendungan Raknamo untuk melakukan pencarian. Kegiatan pencarian Tim Polsek Kupang Timur serta anggota Sabhara Polres Kupang, berdasarkan laporan bahwa sudah dilakukan langkah komunikasi namun saat ini HP korban mati.


Kemudian kapolsek Kupang Timur, Iptu Victor Hari Saputra mencoba menghubungi SAR utk bisa membantu dengan SAR lockasion, namun SAR tidak mempunyai alatnya. Tidak hanya itu, Victor juga memohon bantuan ke polda NTT untuk memohon bantuan anjing pelacak untuk membantu dalam pencarian korban, akhirnya korban ditemukan dalam keadaan selamat serta dalam keadaan lemah. (*NTTBersuara.com)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel