Objek Wisata Milik Oknum Pejabat Di NTT Fasilitasnya Dibangun Pakai Uang Negara Dari Pemkab dan Pemprov



Lokasi Obyek Wisata Mulut Seribu, Rote/ Foto: beritantt.com


Dilansir dari BERITA NTT.com – Panitia Kusus (Pansus) DPRD Kabupaten Rote Ndao atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Rote Ndao Tahun Anggaran 2020 menemukan fakta bahwa Lokasi Obyek wisata Mulut seribu yang saat ini menjadi salah satu Obyek wisata unggulan di Kabupaten Rote Ndao bukan merupakan milik pemerintah Provinsi Itu. Temuan pansus cukup mencengangkan dimana lokasi tersebut ternyata diserahkan oleh Jonathan Vero kepada perorangan bukan kepada pemerintah Provinsi NTT.

Demikian disampaikan Ketua Pansus DPRD Rote Ndao atas LKPJ Bupati Rote Ndao Tahun Anggaran 2020 Erasmus Frans Mandato saat dikonfirmasi media ini melalui Telephon Selulernya Kamis (24/05/2021) petang.


BACA JUGA: Ngeri, Mahasiswa Di Kupang Tewas Digilas Tronton

Dikatakannya, pansus DPRD Rote Ndao dalam melakukan pendalaman terhadap LKPJ Bupati telah melakukan serangkaian pemeriksaan dokumen dan melakukan uji petik ke lapangan terhadap setiap program kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing OPD.

Salah satu temuan Pansus berkaitan dengan kepemilikan Lokasi Obyek wisata mulut seribu di Desa Daiama Kecamatan Landu Leko, dimana setelah pansus melakukan konfirmasi ke Camat Landu Leko Jostaf Faa, diketahui bahwa camay landu Leko pernah menandatangani surat Pelepasan Hak atas tanah di Lokasi Objek Wisata mulut Seribu.


BACA JUGA: Suami Di Kupang Bunuh Istrinya Lalu Digantung Di Kamar Mandi

Lokasi tersebut diserahkan oleh pemilik tanah atas nama Jonathan Vero kepada perorangan bukan kepada Pemerintah Provinsi NTT, anehnya lagi dokumen pelepasan hak lokasi objek wisata tersebut juga tidak diserahkan kepada pihak Kecamatan sebagai Arsip.

Dalam Laporan Hasil Pembahasan Pansus DPRD Rote Ndao yang diperoleh media ini, pansus juga menyoroti adanya pembangunan Cottage diatas lahan tersebut yang bersumber dari Belanja Hibah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mestinya diserahkan kepada Unit Pengelola Teknis pada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao atau Badan Usaha Milik Desa


BACA JUGA: Siswi SMP Di NTT Diperkosa Sepupunya Selama Lima Bulan

Selain itu, Pada Tahun Anggaran 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melalui program pengembangan Destinasi Pariwisata telah membangun sebuah hunian pada lokasi tersebut dengan Anggaran sebesar Rp. 174.880.000.

Ketika ditanya siapa sebenarnya pemilik Lokasi Obyek Wisata Mulut seribu tersebut, erasmus mengatakan hasil penelusuran tim Pansus diketahui Lokasi tersebut milik salah satu Pejabat Provinsi NTT,

Sementara itu Camat Landu Leko Jostaf Faa saat dikonfirmasi media ini melalui Telephon selulernya membenarkan bahwa dirinya perna menandatangani Pelepasan Hak atas tanah yang saat ini menjadi Obyek wisata Mulut Seribu,


BACA BERITA PEMBUNUHAN NONA WELKIS BAWAH INI:

Jostaf mengaku Lokasi Obyek Wisata tersebut sebelumnya merupakan tanah milik Jonathan Vero, dan sudah diserahkan kepada perorangan sesuai denga surat pelepasan hak yang ia tandatangani.

“betul, tanah tersebut pelepasan haknya bukan ke Pemerintah tetapi ke seseorang, namun saya tidak ingat betul ke siapa soalnya surat waktu itu satu rangkap saja jadi tidak ada arsip di Kecamatan” ungkap Jostaf dibalik telephonnya (Sumber: Beritantt.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral