Di NTT, PNS Yang Sudah Meninggal Tetap Terima Gaji, Totalnya 13 Miliar Lebih, Begini Modusnya

Foto:waingapu.com


Di NTT, PNS Yang Sudah Meninggal Tetap Terima Gaji, Totalnya 7 Miliar Lebih. Dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan daerah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, NTT tahun anggaran 2019, ditemukan jumlah kerugian sebesar Rp. 7.306.120.900,-  memasuki babak baru. 


Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur (Sumtim) – NTT telah menetapkan lima tersangka. Para Tersangka adalah ASN aktif di dinas tekait. Mereka adalah MMM, YRP, HP, AP, YW. Mereka diperiksa secara maraton pada Selasa (18/05) oleh kejaksaan Sumba Timur. Saat ini, kelima pelaku sudah dalam tahanan Jaksa.  


Dikutip dari waingapu.comkelima tersangka disangkakan melakukan penyelewengan dalam bentuk pembayaran gaji dan tunjangan ASN pada Dinas Pendidikan Sumba Timur tahun 2019. Dari hasil penelusuaran, kemudian diketahui terdapat pembayaran gaji kepada ASN yang sudah tidak berhak baik karena pensiun, meninggal dunia juga mutasi internal, telah dipecat tidak dengan hormat dan juga cuti diluar tanggungan negara.


Selain itu juga dibayarkan untuk sebab lainnya sekalipun ASN telah dipecat tidak dengan hormat dan juga cuti diluar tanggungan negara. Juga disebutkan Ricardo, tim penyidik menemukan adanya kekurangan pembayaran gaji tahun anggaran 2019 senilai Rp. 6.386.152.100, yang mestinya merupakan hak para guru TK, SD dan SMP serta tenaga non guru. Berdasarkan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara (LHPKKN) atas dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan daerah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur tahun anggaran 2019, ditemukan jumlah kerugian sebesar Rp. 7.306.120.900,-

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel