Konspirasi Anggota DPRD Kota Kupang Untuk Melengserkan Yeskiel Loudoe Dari Kursi Pimpinan



Sejumlah Anggota DPRD Kota Kupang mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe. Banyak pihak yang menilai, ini adalah konspirasi untuk melengkserkan dari Kursi pucuk pimpinan Yeskiel Loudoe DPRD Kota Kupang. Sebelumnya, mereka juga tidak hadir dalam sidang dengan agenda pembahasan LKPj Wali Kota tahun 2020. 

Adapun Ke-21 anggota DPRD Kota Kupang yang mengajukan mosi tidak percaya terhadap Yeskiel Loudoe adalah: Jabir Marola (Nasdem), Siqvrid Basoeki (Nasdem), Yuvensius Tukung (Nasdem), Esy M. Bire (Nasdem), Richard Odja (Gerindra), A.A.Ayu.W.P. Tallo (Gerindra), Zeyto Ratuarat (Golkar), Tellend Daud (Golkar), Alfred Djami Wila (Golkar), Jemari J. Dogon (Golkar), Adolof Hun (Perindo), Dominikus Taosu (PKB), Rony Lotu (PKB), Anatji Ratu Kitu Jan (PKB), Theodora Ewalde Taek (PKB), Mokrianus Lay (Hanura), Diana Bire (Hanura), Dominggus Kale Hia (Hanura), Simon Dima (PAN), Livingston Ratu Kadja (PAN) dan Satario Pandie (Berkarya).

Dalam surat pernyataan tersebut termuat 7 poin alasan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Yeskiel Loudoe.

 

Berikut 7 butir mosi tidak percaya 21 anggota DPRD Kota Kupang terhadap ketua DPRD Koa Kupang Yeskiel Loudoe:

1. Ketua DPRD Kota Kupang tidak dapat menjalankan koordinasi dalam upaya mensinergikan pelaksanaan agenda dan materi kegiatan dari alat kelengkapan DPRD sebagaimana tertuang dalam tata tertib Pasal 36, di mana sejak pelantikan sampai saat ini belum pernah ada rapat koordinasi antara pimpinan DPRD dan pimpinan alat kelengkapan dewan, baik dengan pimpinan komisi, pimpinan Badan kehormatan maupun pimpinan Bapemperda, termasuk dengan pimpinan fraksi-fraksi.

2. Ketua DPRD Kota Kupang dalam menjalankan agenda dan jadwal sidang II tahun 2020/2021 tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Badan Musyawarah

3. Ketua DPRD Kota Kupang dalam melaksanakan jadwal dan agenda Sidang II tahun 2020/2021 tidak mengundang anggota DPRD sebagaimana amanat tata tertib pasal 98 ayat 3

4. Ketua DPRD Kota Kupang tidak memfasilitasi agenda penyempurnaan rancangan Perda tentang APBD Kota Kupang tahun anggaran 2021 berdasarkan hasil evaluasi gubernur bersama tim anggaran pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam tata tertib pasal 58.


5. Ketua DPRD Kota Kupang tidak transparan dalam menjalankan kewajiban dan tanggungjawab sebagai pucuk pimpinan DPRD Kota Kupang. Sampai saat ini belum ada rapat evaluasi kebijakan yang telah diambil oleh pimpinan dan banyak pertanyaan dari anggota yang tidak dijawab secara pasti dari Ketua DPRD Kota Kupang

6. Komunikasi dan koordinasi intern lembaga tidak dapat berjalan dengan baik dan lancar karena arogansi ketua DPRD Kota Kupang

7. Tidak menjaga marwah lembaga DPRD Kota Kupang karena dalam persidangan Ketua DPRD cenderung mengucapkan kata-kata kotor kepada mitra kerja (pemerintah) dengan selalu menyudutkan mitra dengan kata “kamu pencuri”, “pembohong” dan “penipu”. Ketua selalu membentak dan marah-marah dalam persidangan.

“Dengan berbagai persoala di atas, maka kami yang bertandatangan di bawah ini, yang adalah anggota DPRD Kota Kupang Periode 2019-2024, menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa kami tidak dapat mempercayai lagi anggota terhormat Yeskiel Loudoe atas kedudukannya sebagai Ketua DPRD Kota Kupang,” demikian surat pernyataan mosi tidak percaya dari 21 anggota DPRD tersebut.

Pernyataan mosi tidak percaya disampaikan para wakil rakyat ini Jumat (30/4/2021).

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel