Heboh,,, Vidio Call Sekss Pasangan M3sum Beredar di Grup WA, Durasinya Kalahkan Vidio Gisel


Rekaman Video Call Sekss (VCS) berisi percakapan dan adegan tak senonoh seorang pria dan wanita beredar luas di media sosial (medsos) WhatsApp, Kamis (1/3/2021).

Dalam rekaman Video Call Sekss memalukan yang berdurasi 02:45 detik antara dua pasangan tersebut, jelas terlihat lelaki itu hanya mengenakan singlet. Bak pasangan kekasih yang sedang dimabuk asmara, pemeran pria di video tersebut terlihat tengah asik beronani seraya menjulurkan lidahnya ke arah lawan mainnya di kamera.


Sedangkan, si perempuan yang wajahnya tidak kelihatan, karena ditutupi dengan gambar emoji kartun. Namun dalam video itu, si perempuan juga tengah bugil, sambil mengelus-elus bagian organ sensitif di kemaluannya.

Usut punya usut, pemeran video panas yang menghebohkan warga Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat itu ternyata merupakan seorang ustad, da’i sekaligus pejabat Wali Nagari di daerah tersebut yang kerap dipanggil buya. Ironisnya lagi, ia diketahui sudah berkeluarga dan usianya pun sudah tidak muda lagi.


Dilansir dari Covesia.com – jaringan Suara.com, oknum tersebut berinisial EM. Di video tersebut EM tampak video call sex dengan perempuan yang identitasnya belum diketahui itu.

“Tidak sepantasnya seorang oknum pejabat publik yang juga dikenal sebagai da’i melakukan hal seperti itu. Seharusnya, ia menjadi contoh yang memberikan panutan baik bagi masyarakatnya,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Mengakui dan Minta Maaf


Terpisah, EM mengakui bahwa yang beredar tersebut videonya dengan seorang perempuan melalui video call.

“Memang benar saya yang ada di video itu. Kejadiannya sekitar bulan Januari 2021 lalu,” ujarnya kepada Covesia.com – jaringan Suara.com.

“Saya berkomunikasi lewat massenger di Facebook. Suatu hari, tepatnya tengah malam, si perempuan itu menghubungi saya lewat video call. Berawal dari sanalah, hingga terjadilah adegan tersebut,” sambungnya lagi.

Sebagai tokoh publik, oknum Wali Nagari berinisial EM itu meminta maaf atas kelakuan tak senonohnya.

“Saya khilaf dan lepas kontrol. Tidak menyangka hal ini akan terjadi dan akhirnya beredar di media sosial,” katanya.


Menurut EM, dia mengenal perempuan itu dari medsos Facebook. Mereka pun intens berkomunikasi lewat massenger.

“Suatu hari, tepatnya tengah malam, si perempuan itu menghubungi saya lewat video call. Berawal dari sanalah, hingga terjadilah adegan itu. Saya juga tidak menyangka adegan itu akan direkam olehnya,” tuturnya.
Mengaku Diperas

Setelah video call berlalu, pagi harinya EM mengaku dihubungi seseorang. Dia pun diancam agar memberikan uang.

“Saya ditelpon dan diancam. Jika saya tidak menuruti permintaannya, maka rekaman video call itu akan disebarkan,” katanya.


EM pun telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian atas pengancaman yang diterimanya.

“Nomor HP yang mengancam sudah dilacak. Informasinya, yang mengancam itu berada di dalam penjara,” katanya.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel