Korban Badai Seroja Akan Terima Bantuan Sampai 50 Juta



Warga NTT yang terdampak siklon Seroja terutama yang rumahnya rusak akan dapat bantuan dari pemerintah. Penerima bantuan akan terima uang mulai dari 10 hingga 50 juta, tergantung tingkat kerusakan. Adapun jumlah uang bantuan yang akan diterima para korban berdasarkan kategori kerusakan, adalah sebagai berikut, kategori rusak ringan sebesar Rp10.000.000, rusak sedang Rp25.000.000 dan rusak berat Rp50.000.000.

Ketegori rumah rusak ringan, jika kerusakannya berada di bawah 30 persen, sedangkan rusak sedang antara 30-70 persen, dan rusak berat 70 persen keatas. Yang rusak berat, jika rumah tidak bisa ditempati lagi atau hanyut terbawa banjir. Rusak sedang jika atap rumah diterbangkan angin.


 Penyaluran Bantuan masih terkendala data korban
 
Namun, sayangnya penyaluran bantuan itu masih mengalami kendala dalam hal pendataan dari kabupaten kota. Hal itu disampaikan Juru bicara penanganan bencana Siklon Seroja NTT, Marius Ardu Jelamu 
“ada Kendala data yang belum rampung dari kabupaten/kota untuk dikirim ke BNPB - Badan Nasional Penanggulangan Bencana” ungkap Marius kepada wartawan (19/04/2021).
Oleh sebab itu, menurut Marius, kelancaran penyaluran bantuan tergantung data dari Kabupaten kota.

Kalau data sudah rampung, maka Posko penangulangan bencana Provinsi NTT siap untuk selanjutnya diusulkan ke BNPB guna pencairan dana bantuan kepada warga terdampak.

“Cepat atau lambatnya penyaluran bantuan itu tergantung data dari Pemerintah Kabupaten/kota,” katanya.

Kategori Kerusakan Harus Ada SK dari Bupati/walikota

Untuk mendata dan menentukan kategori kerusakan, akan ada tim dari PUPR setempat yang turun ke lapangan. Hal itu akan dinilai dari fisik rumah yang rusak, atau dokumentasi foto bagi rumah yang sudah  diperbaiki. Sebab rumah yang sudah diperbaiki, biayanya akan diganti yang penting ada dokumentasi berupa foto sebelum diperbaiki. Karena itu, PUPR yang akan melakukan validasi ke rumah-rumah warga dan menentukan, apakah rumah itu rusak ringan, sedang atau berat. Setelah itu kemudian akan disahnan dalam Surat Keputusan oleh kepala daerah.

“Jika sudah ada SK Bupati atau walikota, selanjutnya dikirim ke BNPB untuk menggelontorkan uang bagi warga yang rumahnya rusak ringan, sedang dan berat,” tutup Jelamu.


REKOMENDASI UNTUK ANDA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel