Agama dan Kemanusiaan: Ini 3 Penyakit Yang Paling Mematikan Akal Budi, Jauhilah!!!!



Orang-orang bijak jaman dahulu...; seperti Lao Tze..., Confusius..., Buddha..., Jesus..., Muhamad..., dan lain-lain..., hingga hari ini tetap diakui dan menjadi teladan bagi orang-orang yang ingin menjadi bijak.

Apakah mereka pernah mengajarkan...., bahwa untuk menjadi bijak..., seorang manusia harus memeluk agama tertentu atau menjadi pembela agama...? 

Orang-orang jenius dan para penemu berbagai teknologi yang bermanfaat bagi kemanusiaan...; seperti Albert Einstein..., Galileo Galilei..., James Watts..., Nicolaus Copernicus..., Louis Pasteur..., Thomas Alfa Edison..., dan lain-lain...; apakah mereka juga menemukan...., bahwa segala sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan itu berasal dari agama....? 

Bukankah orang-orang bijak dan para penemu jenius itu melaksanakan tugas hidupnya untuk kemanusiaan....? 

Orang-orang bijak jaman dahulu mengatakan....; bahwa ada 3 hal yang menjauhkan manusia dari sesamanya..., yakni...: keserakahan..., kebencian..., dan delusi. 

Orang-orang yang mengidap 3 penyakit paling mematikan akal budi itu....; pasti akan kehilangan empati dan toleransi..., serta akan melenyapkan pula rasa kebersamaan antar sesama manusia..., menjauhkan mereka dari kemanusiaan. 

Dari ke tiga penyakit kejiwaan itu...,  delusi ada pada urutan pertama yang paling mengerikan. 

Delusi membuat mata hati orang yang terjangkiti tidak berfungsi..., akal sehatnya juga ikut mati karenanya. 

Orang itu tidak lagi menganggap..., bahwa kemanusiaan adalah pokok ajaran daripada semua agama.

Tetapi mereka terdelusi..., bahwa satu-satunya kebenaran hanya ada di dalam agama yang dianutnya..., mereka yang paling benar..., mereka yang paling suci.

Orang lain di luar agamanya tidak sebenar mereka.. , tidak sesuci mereka. 

Ketika ada orang yang mengkritik agamanya..., langsung tumbuh sepasang tanduk di atas kepalanya   , matanya langsung merah seperti seekor kerbau yang sedang marah akibat  disengat lebah.

Baginya ..., agama mereka adalah segalanya...., dan tidak seorang pun boleh mencela atau mengkritiknya.

Mereka akan tampil sebagai pembela agamanya...., bahkan pelindung 'tuhannya'. 

Mereka akan senang...., ketika ada orang yang mengkritik agama lain di luar agamanya. 

Bahkan..., mereka akan sangat gembira apabila ada orang dari kelompok agama lain yang murtad.. , lalu kemudian ikut bergabung di dalam agamanya. 

Contoh orang yang telah terjangkiti delusi..., adalah sepasang suami istri pengebom bunuh diri di gereja katedral Makassar.. , dan seorang wanita yang melakukan aksi terror tunggal di Mabes Polri pada sore hari yang lalu. 

Orang-orang itu telah kehilangan rasa kemanusiaan...., juga kehilangan akal sehatnya.

Mereka tampil sebagai pembela agamanya....; mereka berusaha membunuh orang yang tidak punya salah apapun terhadap dirinya.., hanya untuk tujuan berbakti kepada agamanya...., akibat terjangkiti delusi. 

Pemahaman agama yang dangkal..., disertai proses cuci otak yang panjang..., maka jadilah orang-orang itu monster haus darah yang tidak memiliki peri kemanusiaan lagi. 

Orang bijak akan tampil sebagai pembela kemanusiaan....; tapi orang bodoh dan buta mata bathinnya akan bangga jadi pembela agamanya..., anti perbedaan..., dan musuh kemanusiaan. 

Karena sebenarnya....; delusi itu adalah keyakinan atau kenyataan semu...., yang diyakini terus menerus..., meskipun tidak ada fakta atau bukti yang mampu menunjangnya. 

Rahayu

*foto hanya pemanis

Sumber: https://www.facebook.com/1478776257/posts/10219819764032732/?app=fbl

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel