Aneh, KPK Tidak Setuju Ada Tim Pemburu Koruptor, Ada Apa?



*(Aneh!!) Jokowi Bikin Tim Pemburu Koruptor, KPK Kok Menolak? Apa Yang KPK Takutkan?*
Oleh: Jaya Wijaya 
 
Pemberantasan korupsi di Indonesia sejauh ini masih belum maksimal, karena tebang pilih kasus dan konflik kepentingan aromanya begitu menyengat. Masyarakat sudah protes, namun sepertinya semua diam dengan kondisi yang terjadi ini. Akhirnya? Jokowi menjawab kegelisahan masyarakat dengan rencana membentuk TPK alias Tim Pemburu Koruptor.

Ini adalah bukti keseriusan Jokowi memberantas korupsi. Tapi ada yang aneh di sini, KPK sebagai lembaga yang katanya memberantas korupsi menolak rencana ini? penulis mencium something fishy di sini, apa yang ditakutkan oleh KPK.

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita lihat fakta-fakta mengecewakan KPK berikut ini :
 
KPK adalah lembaga dengan anggaran sekitar 1,3 Triliun, tapi kasus korupsi yang ditangani adalah korupsi receh dengan potensi kerugian negara Miliaran. Bandingkan dengan kejaksaan yang mengurusi kasus puluhan Triliun! bagaikan langit dan bumi. Sumber.

KPK justru membiarkan dan menggantung kasus dengan potensi ratusan miliar, seperti kasus RJ Lino. Sudah mengurusi kasus receh, begitu ada kasus besar malah tidak diurusi. Sumber.

KPK lalu tiba-tiba mengambil alih kasus korupsi rumah DP 0% yang di dalamnya diduga keterlibatan saudara "Nick Fury", padahal kasus ini sudah masuk tahap penyidikan di Bareskrim Polri. Bertahun-tahun tidak pernah mengurusi kasus besar, begitu ada dugaan keterlibatan saudara "Nick Fury", langsung menyerobot kasus besar yang sudah ditangani kepolisian. Sumber.

KPK jauh lebih banyak dan ahli dalam mengurusi kasus suap, daripada kasus korupsi besar. Anehnya kasus suap Harun Masiku, sampai saat ini tidak terlihat ada upaya KPK untuk menangkap pelaku. Kasus ini seperti dijadikan senjata "abadi" untuk menyerang pemerintahan. Terbukti di media sosial kasus ini sering ditanyakan kadrun tapi salah alamat, padahal ini adalah tugas KPK. Sumber.

Diantara banyaknya keanehan yang dilakukan KPK, banyak masyarakat yang meminta KPK untuk dibubarkan dan penanganan korupsi diserahkan kepada Kepolisian dan Kejaksaan. Tapi di sini Jokowi dan pemerintah masih membela KPK, karena bagaimanapun KPK adalah lembaga yang dibentuk pada era presiden Megawati.
 
Akhirnya Jokowi berbaik hati untuk menutupi kelemahan-kelemahan KPK ini, caranya adalah dengan rencana pembentukan Tim Pemburu Koruptor. Ini adalah bukti bahwa Jokowi bukan presiden yang senang menyalahkan, tapi Jokowi adalah presiden yang menjawab permasalahan dengan solusi.

Tapi apa yang terjadi? pembentukan Tim Pemburu Koruptor tersebut jutsru ditentang oleh KPK!! Penulis jadi bertanya-tanya, ini KPK serius tidak memberantas korupsi? Kehadiran Tim Pemburu Koruptor tentu akan membantu KPK dalam memberantas korupsi, kecuali kalau KPK hanya ingin menuntaskan sebagian kasus saja, yang artinya KPK tebang pilih!!

Berikut beritanya dikutip detik.com :

"Kita terus mendiskusikannya. Karena dulu kan begitu itu dilontarkan, banyak yang tidak setuju. KPK sendiri ndak setuju pada waktu itu, katanya ini tumpang-tindih aja kan, ini kerjaan-kerjaan rutin. Oke kita dengar semua, lalu kita diskusikan lagi. Jadi itu masih terus dibahas, tapi dulu SK yang lama kan masih ada sebenarnya," ucapnya.

Perhatikan kalimat yang penulis bold!! Itu adalah bukti bahwa KPK menolak pembentukan Tim Pemberantas Korupsi ini. Alasannya menurut penulis terlalu klise, kenapa harus takut tumpang tindih? kecuali KPK sudah bisa menangani semua kasus korupsi baru akan tumpang tindih.

Sekarang kan masih banyak kasus yang belum diselesaikan, contohnya penangkapan Harun Masiku. Kecuali KPK ingin kasus tersebut terus digantung sebagai bahan "masturbasi otak" kadrun untuk menyerang pemerintah. Kenapa harus takut tumpang tindih? padahal lembaga lain tidak pernah ada yang menyerobot kasus yang ditangani KPK, malah KPK yang justru menyerobot kasus korupsi DP 0% yang sudah lama ditangani Bareskrim Polri.

Sampai sini penulis melihat keseriusan Jokowi untuk membereskan korupsi dengan tuntas, justru penulis melihat aroma tebang pilih KPK semakin menyengat setelah menolak pembentukan Tim Pemburu Koruptor ini.

Lalu bagaimana respon kadrun ya? dengan pembentukan Tim Pemburu Koruptor ini, jika Harun Masiku masih belum tertangkap, maka kadrun bisa dengan tenang menyalahkan pemerintah. Kalau sekarang kan hanya "masturbasi otak" saja, karena pencarian Harun Masiku adalah tugas KPK sebagai lembaga independent di luar pemerintah, dimana di dalamnya ada "Nick Fury" yang merupakan saudara jagoan kadrun.

Begitulah Kura-Kura.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-5494453/mahfud-md-tim-pemburu-koruptor-masih-dibahas-tapi-kpk-ndak-setuju

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral