Di NTT, Paket Rumah Bantuan Dana Desa Berdinding Bebak Total Biayanya 200 Juta

rumah bantuan dana desa di tts
Rumah dan Penerima Manfaat/ Foto: Corpnews.com

Dilansir dari Corpsnews.com, ada Rumah Bantuan Dana Desa Berdinding Bebak Total Biayanya 200 Juta di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Serasa tak kunjung berakhir penggunaan Dana Desa lemah asas manfaat akibat perencanaan yang diduga asal-asalan tanpa memikirkan asas manfaat terkesan pemborosan anggaran tak terkendali


BACA JUGA: Ini 10 Kampus Terbaik Di NTT, UPG 1945 Dan Univ. San Pedro Bersaing Ketat


Bagai sebuah jaringan tak terkontrol terbangun rapi dari tingkat desa,pendamping desa,pendamping kecamatan dan pihak perencana tehknik di tinggkat desa dan kecamatan sepertinya mengabaikan standart harga bahan bangunan dari setiap item termaktub.

Mungkin berpikir saling menjaga dalam peran masing-masing dalam desa berpotensi pelemahan fungsi kontrol sebagaimana yang ditemui awak media di desa Oni kecamatan Kualin pada rumah bantuan pada masyarakat desa Oni dari sumber dana DD (dana desa) pada 4 unit rumah dengan total anggaran Rp 200.000.000.-terbagi pada 4 unit rumah/Rp 50.000.000.-



Seorang warga desa Oni Mondis Toni anak almarhum Condrat Toni penerima manfaat bantuan rumah mengatakan selain bantuan tersebut ada beberapa lembar seng yang di tambahkannya

“kami tambah seng dari uang pribadi seng 11 lembar” jelas watga RT/RW 11/05 ini

Dengan mimik kecewa Mondis Toni menambahkan rumah tersebut masih sering kemasukan air bila hujan



“kalau pas hujan kami tidak nyaman dalam rumah karena kemasukan air hujan dari dua sudut rumah”urainya.

Terpisah Seorang warga penerima manfaat lainya Yohanes Ano RT/RW 10/05 mengeluhkan hal yang sama
“saya tambah seng untuk atap 8 lembar dan paku 5 cm 2 kg sementara tutup samping atas pun tidak ada ” jelas Ano

BACA JUGA: 6 Fakta Baru Kasus Gadis Di NTT Bunuh Pemerkosanya Ada Pengakuan Tentang Istri Kedua

Kepala desa Oni Charles R Y Hauteas,SE yang di temui awak media di kantor desa Oni hari/tgl 08-03-2021 di dampingi sekdes dan beberapa anggota perangkat desa membenarkan jenis bantuan ini di desanya.

“benar per unit rumah besaran biayanya Rp 50.000.000.-dari 4 unit rumah dengan total anggaran Dana Desa TA 2019 Rp 200.000.000.-“jelas kades



Kepada awak media kepala desa Oni menjelaskan kalau dirinya menggunakan anggaran sesuai yang telah di rencanakan oleh perancang RAB ( rencana anggaran belanja)
“saya gunakan anggaran sesuai rancangan tekhnik desa yang di susun oleh Simus T M Tlonaen,S,pd karena itu ruangnya orang tekhnik”jls kades.

Sementara dari balik hand phone pendamping lokal desa Oni Oktaphus Kase seolah tak mengenal tepat di mana lokasi perumahan itu berada
“itu rumah di Oni itu dimana?”tanya balik Kase kepada awak media.

BACA JUGA: Yes Loudoe: Jonas Salean Juga Bagi-bagi Tanah Di Sikumana Untuk Anggota DPRD Kota Kupang

Aleksander Bessie seorang warga desa Oni sangat tidak setuju dengan keaadan fisik rumah bantuan tersebut, besar dugaan anggaran pembangunan rumah tersebut tidak sesuai yang di anggarkan.

“sangat tidak masuk akal dana sebesar itu rumah berdinding bebak berdaun pintu seng licin,ini tidak normal dan diduga ada mark up harga bahan bangunan sampai warga tambah bahan bangunan lagi dan ada indikasi korupsi” tuturnya. (Jhony)

Terbitkan Pada: 9 Maret 2021 by Corps News

BACA JUGA: Viktor Laiskodat: Bupati Dan Wakil Bupati Kupang Tipikal Orang Miskin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel Sedang #Viral